Para Pemimpin Barat Desak Israel Hentikan Serangan ke Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon

AKURAT.CO Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengecam serangan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang melukai dua penjaga pada Jumat (11/10/2024).
Macron menyebut serangan tersebut sengaja dan benar-benar tidak dapat diterima. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di perbatasan Lebanon-Israel.
Militer Israel (IDF) mengklaim bahwa mereka menembaki ancaman di dekat posisi misi penjaga perdamaian PBB. Dua penjaga perdamaian asal Sri Lanka terluka dalam insiden tersebut, yang merupakan kejadian kedua dalam dua hari.
Dikutip dari France24.com, Senin (14/10/2024), berikut reaksi terhadap insiden ini datang dari berbagai pemimpin dunia:
Presiden AS Joe Biden mendesak Israel agar segera menghentikan serangan terhadap penjaga perdamaian PBB, menegaskan sikapnya secara tegas.
Baca Juga: Di Balik Rencana 'Gila' Macron untuk Upacara Olimpiade Paris 2024 di Sungai Seine
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam serangan tersebut sebagai tindakan yang disengaja dan tidak dapat diterima. Kementerian luar negeri Prancis juga memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menilai tindakan ini melanggar resolusi PBB dan menyebutnya "tidak dapat diterima". Italia diketahui memiliki lebih dari 1.000 tentara yang bertugas di Lebanon.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menuntut agar kekerasan terhadap penjaga perdamaian PBB segera dihentikan, menyebut insiden ini sebagai hal yang "tidak dapat diterima".
Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin menggambarkan peristiwa tersebut sebagai peningkatan permusuhan dari pihak IDF terhadap pasukan PBB, yang menurutnya sangat serius.
Irlandia memiliki sekitar 350 personel dalam misi UNIFIL.
Para pemimpin dunia mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen








