Tata Cara Puasa 27 Rajab: Dilengkapi Bacaan Niat dan Keutamaannya

AKURAT.CO Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang mulia (Asyhurul Hurum) dalam kalender Islam. Salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim di bulan ini adalah peringatan Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab.
Untuk menyambut peristiwa agung perjalanan Nabi Muhammad SAW tersebut, banyak umat Islam yang mengamalkan ibadah sunnah, salah satunya adalah puasa.
Lantas, bagaimana tata cara, bacaan niat, dan apa saja keutamaan puasa 27 Rajab? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Keutamaan Puasa di Bulan Rajab
Menjalankan puasa di bulan Rajab, termasuk pada tanggal 27, memiliki keutamaan yang besar. Merujuk pada berbagai literatur fiqih, berpuasa di bulan haram (mulia) sangat dianjurkan. Beberapa keutamaan yang sering disebutkan oleh para ulama antara lain:
Mendapatkan Pahala Ibadah Bulan Mulia: Beribadah di bulan Rajab dilipatgandakan pahalanya karena statusnya sebagai bulan yang disucikan Allah SWT.
Meneladani Tradisi Ulama Salaf: Banyak ulama terdahulu yang mengkhususkan ibadah di tanggal 27 Rajab sebagai bentuk syukur atas peristiwa Isra Miraj.
Penghapus Dosa: Melaksanakan puasa sunnah dengan ikhlas menjadi wasilah (perantara) untuk memohon ampunan atas dosa-dosa kecil yang telah lalu.
Bacaan Niat Puasa 27 Rajab
Sama seperti puasa sunnah lainnya, niat merupakan syarat sah utama. Niat puasa Rajab bisa diucapkan di dalam hati maupun dilafalkan secara lisan. Berikut adalah bacaan niatnya:
Niat Puasa Rajab (Secara Umum):
Nawaitu shauma syahri rajab sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta'ala."
Tata Cara Puasa 27 Rajab
Tata cara puasa 27 Rajab sebenarnya tidak berbeda dengan puasa pada umumnya (seperti puasa Ramadhan atau puasa Senin-Kamis). Berikut langkah-langkahnya:
Makan Sahur: Sangat dianjurkan untuk sahur menjelang waktu imsak guna mendapatkan keberkahan dan stamina saat berpuasa.
Membaca Niat: Dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur (jika lupa).
Menahan Diri: Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, hubungan suami istri, dan nafsu) sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib).
Menjaga Lisan dan Adab: Agar pahala puasa tidak berkurang, hindari berkata kotor, ghibah (bergunjing), dan perbuatan maksiat lainnya.
Berbuka Puasa: Segerakan berbuka saat adzan Maghrib berkumandang. Disunnahkan berbuka dengan yang manis seperti kurma atau air putih.
Hukum Puasa 27 Rajab
Penting untuk dipahami bahwa puasa pada tanggal 27 Rajab hukumnya adalah Sunnah. Tidak ada larangan khusus untuk mengerjakannya, dan justru menjadi ladang amal bagi mereka yang ingin memperbanyak ibadah di bulan-bulan mulia.
Bagi Anda yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan (qadha), sangat disarankan untuk melakukan puasa qadha terlebih dahulu atau menggabungkan niatnya agar kewajiban utama tetap terpenuhi sekaligus mendapatkan keutamaan bulan Rajab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









