Doa Agar Tak Ada Banjir Lagi di Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Bulan Ramadhan adalah waktu yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Baik juga untuk mengamalkan doa agar tak ada banjir lagi di bulan Ramadhan.
Bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat ini menghadirkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal kebaikan.
Namun, tidak jarang kebahagiaan menyambut Ramadhan ternoda oleh bencana alam seperti banjir.
Di Indonesia, yang memiliki curah hujan tinggi, banjir menjadi salah satu musibah yang sering datang, bahkan di bulan suci ini.
Rumah terendam, aktivitas ibadah terganggu, dan banyak saudara kita yang harus mengungsi — suasana Ramadhan yang seharusnya penuh ketenangan pun berubah menjadi kekhawatiran.
Baca Juga: Penyebab Banjir Bekasi Terjawab, Ini yang Menyebabkan Sekitar 10 Ribu Keluarga Terdampak
Sebagai hamba yang beriman, kita diajarkan untuk tidak hanya berikhtiar secara lahiriah dalam mencegah banjir, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan merawat alam, tetapi juga berikhtiar secara batiniah melalui doa.
Doa adalah senjata bagi orang mukmin, jembatan antara hamba dan Penciptanya.
Melalui doa, kita memohon perlindungan, pertolongan, dan keberkahan agar musibah dijauhkan dari kehidupan kita, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini.
Salah satu doa yang bisa kita panjatkan agar terhindar dari bencana banjir adalah:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alainā, Allāhumma ‘alal-ākāmi waẓ-ẓirābi wabuṭūnil-awdiyati wamanābitisy-syajari
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa ini merupakan salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat hujan turun dengan lebat dan dikhawatirkan membawa dampak buruk.
Melalui doa ini, kita memohon agar Allah menurunkan hujan di tempat yang bermanfaat, bukan di tempat yang justru menimbulkan musibah seperti banjir.
Baca Juga: Pemerintah Sigap Atasi Banjir Jabodetabek, Penyelamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Selain memanjatkan doa tersebut, penting juga bagi kita untuk merefleksikan diri dan memperbaiki hubungan dengan alam.
Banjir sering kali terjadi bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga akibat ulah manusia yang kurang menjaga keseimbangan lingkungan.
Maka, di bulan Ramadhan ini, selain meningkatkan kualitas ibadah, mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki cara kita memperlakukan alam: tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, dan menanam pohon sebagai upaya mencegah banjir.
Dengan menggabungkan ikhtiar lahiriah dan batiniah, kita berharap Ramadhan tahun ini dan seterusnya bisa dilalui dengan penuh ketenangan, jauh dari bencana dan musibah.
Semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa kita dan menjadikan Ramadhan ini sebagai bulan yang penuh rahmat, berkah, dan kedamaian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










