Baca Doa Berikut ini Ketika Mendengar Musibah Banjir, Kecelakaan, Longsor, Kebakaran dan Sebagainya
User Migras | 1 Desember 2023, 11:42 WIB

AKURAT.CO, Tidak ada seorang pun tahu kapan akan terkena oleh musibah, dan bahkan orang-orang di sekitar bisa saja mengalaminya tanpa disadari. Baik itu terkena musibah kecelakaan, banjir, longsor, kebakaran atau musibah lainnya.
Oleh sebab itu, ketika mendengar orang lain atau saudara terkena musibah, maka harus senantiasa berdoa untuk orang yang terkena musibah dan untuk keselamatan, serta rasa syukur kepada Allah SWT atas lindungan yang telah diberikan.
Ketika melihat seseorang terkena musibah, itu bisa dengan memanjatkan doa. Adapun doa yang bisa dibaca ketika melihat seseorang atau saudara terkena musibah ialah berikut ini. Sebagaimana telah dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (1/12/2023).
Bacaan Doa Ketika Melihat atau Mendengar Suatu Musibah
Mendoakan sesama itu sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui hadisnya, apalagi jika doa yang dipanjatkan tidak diketahui oleh orang yang didoakan.
Adapun hadis yang menjelaskan tentang mendoakan orang lain yaitu berikut ini:
“Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya ketika (orang yang didoakan itu) tidak ada kecuali para malaikat akan mengatakan bagi kamu juga seperti itu.” (HR. Muslim).
Sedangkan untuk bacaan doa ketika melihat atau mendengar sebuah musibah, baik itu banjir, kebakaran, longsor, peperangan, atau musibah lainya. Maka seseorang bisa membaca doa ini sehingga bisa terlindungi dan sekaligus sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas perlindungan yang senantiasa diberikan oleh-Nya.
Dari Ibnu Umar dari bapaknya, Umar radhiyallahu anhum berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلاءِ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً إِلا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنَا مَا كَانَ مَا عَاشَ
Siapa saja yang ketika melihat orang yang sedang atau telah terkena musibah, lalu ia mengucapkan:
Latin; Allhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmba talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirin mimman khalaqa tafdhilaa illan ‘auufii min dzalikal balaai kainnaa maa ‘aasya.
Terjemahannya: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakan ku dari makhluk lainnya.”
Doa di atas, itu doa yang berdasarkan dari hadis Rasulullah SAW. Dan hadis tersebut diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan no hadis 3431 dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah no hadisnya 3892. Hadis ini hasan sebagaimana telah dikatakan oleh Syaikh Al Albani.
Selain membaca doa dari hadis nabi SAW di atas. Ketika mendengar atau melihat musibah, maka bisa juga membaca lafaz berikut ini. Yang mana lafaz ini sudah termaktub dalam kitab suci Al-Quran, lafaz tersebut yakni berikut ini:
الَّذِيۡنَ اِذَآ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ ۙ قَالُوۡٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَؕ ١٥٦
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali).” (QS. Al-Baqarah ayat 156).
Sejalan dengan ayat dalam surah Al-Baqarah ayat 156 ini, Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk membaca kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” ketika mendengar atau melihat suatu musibah. Ada pun hadis tersebut yaitu:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أجرْهُم فِي مُصِي بَتِهِمْ، وَأَخْلِفْ لَهُمْ خَيْرًا مِنْهَا
Latin: Innalilahi wa innailaihi Raji'un, allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiron minhaa.
Terjemahannya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kamu kembali. Ya Allah , berikanlah mereka pahala dalam musibah mereka, dan gantilah dengan yang lebih baik.” (dari Ummu Salamah yang telah mendengar Rasulullah bersabda tentang doa di atas).
Itulah doa dan ucapan yang bisa dipanjatkan ketika melihat atau mendengar suatu musibah.
Doa yang dipanjatkan bukan semata-mata sebagai rasa syukur akan perlindungan Allah SWT, tetapi juga sebagai bentuk dukungan serta kepedulian kepada orang yang mengalami musibah, sehingga diberikan kesabaran dan ganti yang lebih baik oleh Allah dari musibah yang menimpanya.
Oleh karena itu, senantiasalah memanjakan doa kepada Allah SWT, dan dibarengi dengan amal dan ketakwaan sehingga doa yang dipanjatkan bisa diijabah oleh Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









