Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun Hijriyah, untuk Hidup yang Lebih Baik

AKURAT.CO Dalam perjalanan waktu, manusia senantiasa diingatkan bahwa kehidupan adalah serangkaian detik yang terus bergerak menuju ujung. Kalender Hijriyah, sebagai penanda waktu umat Islam, bukan sekadar sistem penanggalan.
Ia menyimpan makna spiritual yang dalam, mengaitkan waktu dengan keimanan, muhasabah, dan harapan. Maka, setiap kali tahun berganti, umat Islam diajak untuk tidak hanya memperhatikan pergeseran angka, tetapi juga meresapi makna yang tersembunyi di baliknya.
Menjelang akhir tahun Hijriyah, umat Islam dianjurkan untuk berdoa. Doa ini merupakan bentuk permohonan ampunan atas segala kesalahan yang telah diperbuat sepanjang tahun.
Ia menjadi momentum muhasabah: menengok ke belakang, mengevaluasi diri, dan menyadari bahwa tidak ada satu pun amal yang sempurna tanpa rahmat dari Allah.
Kemudian, ketika tahun baru tiba, doa kembali dinaikkan, kali ini dengan harapan dan tekad: agar hari-hari ke depan menjadi lebih baik, penuh berkah, dan diridhai oleh-Nya.
Doa akhir tahun Hijriyah biasanya dibaca menjelang Maghrib, sebelum matahari tenggelam pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah. Adapun doa yang diajarkan oleh sebagian ulama terdahulu, meski tidak berasal dari hadis Nabi secara langsung, tetap sarat nilai dan makna yang mendalam.
Baca Juga: Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 2025? Ini Tanggal, Sejarah, Amalan dan Keutamaannya
Berikut adalah doa akhir tahun Hijriyah:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Artinya: Ya Allah, apa saja yang telah aku perbuat sepanjang tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang dan Engkau tidak ridhai, yang aku kerjakan sedang aku melupakannya, padahal Engkau tidak melupakannya, dan Engkau bersabar terhadapku, padahal Engkau berkuasa untuk menghukumku, dan Engkau mengajakku untuk bertaubat sesudah aku lancang dalam bermaksiat kepada-Mu. Maka ya Allah, aku mohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan apa saja yang aku kerjakan dari perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, terimalah amalanku itu dariku, dan janganlah Engkau memutus harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari semua yang pengasih.
Setelah Maghrib, memasuki tanggal 1 Muharram, doa awal tahun dibaca. Doa ini merupakan pengharapan agar tahun yang baru membawa kebaikan, keselamatan, dan perlindungan dari segala keburukan.
Berikut adalah doa awal tahun Hijriyah:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْكَرِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَأَعْوَانِهِ، وَالْجُنُودِ، وَالْمَعُونَةَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Artinya: Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Abadi, Yang Awal dan Terdahulu. Hanya kepada-Mu-lah sandaran dalam menghadapi segala urusan. Dan ini adalah tahun baru yang telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dari setan dan sekutunya serta bala tentaranya. Kami memohon pertolongan agar kami mampu mengendalikan nafsu yang cenderung mengajak kepada kejahatan, dan agar kami sibuk dengan hal-hal yang mendekatkan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari semua yang pengasih. Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Baca Juga: Islam Jadi Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia, Ini Temuan Studi Pew Research
Meski doa-doa ini tidak bersumber langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak wajib dibaca, semangat yang terkandung di dalamnya sejalan dengan nilai-nilai Islam: bertobat, bersyukur, dan bertekad untuk menjadi lebih baik. Maka, bukan soal lafal atau teks semata, tetapi niat tulus dalam memperbaiki diri yang menjadi inti dari setiap doa.
Akhir dan awal tahun Hijriyah adalah momentum spiritual. Ia mengajarkan bahwa waktu bukan hanya angka, tetapi ruang untuk bertumbuh. Seperti halnya Nabi dan para sahabat berhijrah dari Makkah ke Madinah untuk kehidupan yang lebih bermakna, kita pun diajak untuk berhijrah dari kelalaian menuju kesadaran, dari keterpurukan menuju perbaikan. Dan doa adalah langkah pertama dalam perjalanan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










