Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kota Banjar Bebas Tuberkulosis

AKURAT.CO Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, perlu memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan target bebas penyakit tuberkulosis (TB).
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mengatakan, upaya tersebut perlu dilakukan secara terpadu dan berjenjang hingga tingkat desa. Termasuk melalui penguatan perencanaan dan penganggaran daerah.
"Harapan saya mungkin dalam waktu tiga bulan, enam bulanlah, Kota Banjar itu berani mendeklarasikan bahwa Kota Banjar ini bebas TB," ujarnya, melalui keterangan resmi, Selasa 222/9/2026).
Menurut Wiyagus, target tersebut dapat diupayakan karena kasus TB di Kota Banjar telah teridentifikasi. Namun, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur dan tidak dapat hanya mengandalkan dinas kesehatan.
"Masalah kesehatan ini bukan hanya masalah dinas kesehatan, tetapi kita bicara pentingnya kolaborasi semuanya," ujarnya.
Baca Juga: Gandeng Puluhan Perusahaan, Otsuka Komitmen dalam Program Bebas Tuberkulosis
Persoalan TB tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karenanya, pengobatan TB membutuhkan waktu beberapa bulan.
Apabila pasien merupakan seorang kepala keluarga, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan mencari nafkah, sekaligus berdampak terhadap anggota keluarga yang mendampingi selama masa pengobatan.
Wiyagus menekankan pentingnya penanganan TB masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Kota Banjar telah memasukkan persoalan kesehatan, termasuk TB, dalam dokumen perencanaan daerah hingga APBD.
Selain dukungan penganggaran, ia juga mendorong penguatan intervensi hingga tingkat desa. Salah satunya melalui pembentukan Desa Siaga TB yang melibatkan kepala desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), kepala puskesmas, posyandu, dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Ia menegaskan bahwa TB dapat disembuhkan apabila ditangani dengan skema yang tepat. Pemeriksaan terhadap kontak erat dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) perlu terus diperkuat untuk mencegah penularan sekaligus menekan munculnya kasus baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 2Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








