Akurat Logo

Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kota Banjar Bebas Tuberkulosis

Ayu Rachmaningtyas | 22 September 2026, 15:12 WIB
Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kota Banjar Bebas Tuberkulosis
Wamendagri, Akhmad Wiyagus, menyebut kasus tuberkulosis (TB) di Kota Banjar telah teridentifikasi. - Foto: Puspen Kemendagri

AKURAT.CO Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, perlu memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan target bebas penyakit tuberkulosis (TB).

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mengatakan, upaya tersebut perlu dilakukan secara terpadu dan berjenjang hingga tingkat desa. Termasuk melalui penguatan perencanaan dan penganggaran daerah.

"Harapan saya mungkin dalam waktu tiga bulan, enam bulanlah, Kota Banjar itu berani mendeklarasikan bahwa Kota Banjar ini bebas TB," ujarnya, melalui keterangan resmi, Selasa 222/9/2026).

Menurut Wiyagus, target tersebut dapat diupayakan karena kasus TB di Kota Banjar telah teridentifikasi. Namun, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur dan tidak dapat hanya mengandalkan dinas kesehatan.

"Masalah kesehatan ini bukan hanya masalah dinas kesehatan, tetapi kita bicara pentingnya kolaborasi semuanya," ujarnya.

Baca Juga: Gandeng Puluhan Perusahaan, Otsuka Komitmen dalam Program Bebas Tuberkulosis

Persoalan TB tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karenanya, pengobatan TB membutuhkan waktu beberapa bulan.

Apabila pasien merupakan seorang kepala keluarga, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan mencari nafkah, sekaligus berdampak terhadap anggota keluarga yang mendampingi selama masa pengobatan.

Wiyagus menekankan pentingnya penanganan TB masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Kota Banjar telah memasukkan persoalan kesehatan, termasuk TB, dalam dokumen perencanaan daerah hingga APBD.

Selain dukungan penganggaran, ia juga mendorong penguatan intervensi hingga tingkat desa. Salah satunya melalui pembentukan Desa Siaga TB yang melibatkan kepala desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), kepala puskesmas, posyandu, dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Ia menegaskan bahwa TB dapat disembuhkan apabila ditangani dengan skema yang tepat. Pemeriksaan terhadap kontak erat dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) perlu terus diperkuat untuk mencegah penularan sekaligus menekan munculnya kasus baru.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.