Viral Penurunan Paksa Penumpang hingga Rentetan Kecelakaan, Pramono Didesak Evaluasi Direksi Transjakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, didesak untuk mengevaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), termasuk Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza.
Desakan itu muncul setelah serangkaian persoalan yang menimpa BUMD transportasi tersebut. Mulai dari polemik penurunan paksa penumpang, rentetan kecelakaan operasional, hingga pemberitaan mengenai dugaan kegiatan bermain padel di Bali yang melibatkan jajaran direksi.
"Berbagai persoalan yang berkembang saat ini tidak sepatutnya dipandang secara parsial. Rentetan kecelakaan operasional, polemik pelayanan terhadap penumpang, serta pemberitaan mengenai aktivitas direksi di luar daerah merupakan akumulasi keadaan yang layak dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Direksi TransJakarta," kata Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Pramono Anung Siapkan Transportasi Hidrogen, Transjakarta Jadi Pilot Project
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan kepemimpinan TransJakarta masih mampu menjawab tantangan pelayanan publik. Dia menegaskan evaluasi bukan bentuk penghukuman, melainkan mekanisme tata kelola perusahaan yang sehat.
"Apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kegagalan kepemimpinan, lemahnya tata kelola, atau pelanggaran terhadap prinsip pelayanan publik, maka pergantian Direktur Utama merupakan langkah yang sah dan sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya.
Sugiyanto menyoroti insiden seorang penumpang yang diturunkan dari bus TransJakarta di Halte Kampung Melayu pada 3 Agustus 2026. Peristiwa itu viral setelah beredar video di media sosial.
Manajemen TransJakarta menyatakan, petugas bertindak setelah menerima laporan adanya penumpang yang diduga mengeluarkan bau badan menyengat dan mengganggu kenyamanan pelanggan lain. Namun, dia menilai penanganan kasus tersebut perlu diuji secara objektif.
"Terlepas dari alasan menjaga kenyamanan penumpang lain, tindakan menurunkan seseorang dari kendaraan umum di hadapan banyak orang berpotensi menimbulkan rasa malu dan dapat memunculkan dugaan pelanggaran terhadap hak atas martabat manusia," katanya.
Dia pun mengusulkan Gubernur Jakarta membentuk tim investigasi independen yang melibatkan petugas, manajemen TransJakarta, saksi, penumpang yang diturunkan, hingga lembaga yang memiliki kompetensi di bidang hak asasi manusia. Langkah itu diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur maupun etika pelayanan publik.
Baca Juga: Bahlil Akan Lobi Pramono Anung soal Bus Hidrogen untuk TransJakarta
Selain polemik pelayanan, Sugiyanto juga menyinggung sejumlah kecelakaan TransJakarta yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Rentetan kecelakaan menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap sistem keselamatan operasional perusahaan.
Di sisi lain, dia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menelusuri kebenaran pemberitaan mengenai dugaan keberangkatan direksi TransJakarta ke Bali untuk mengikuti kegiatan padel. Menurutnya, klarifikasi terbuka diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Apabila pemberitaan mengenai kegiatan padel di Bali tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta, Direksi TransJakarta berkewajiban memberikan klarifikasi secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran etika jabatan atau penyalahgunaan kewenangan, publik juga berhak mengetahui hasil pemeriksaannya secara objektif," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







