Ketua DPRD Jakarta Pastikan Fasilitas RDF Rorotan Optimal Kelola Sampah

AKURAT.CO Ketua DPRD Provinsi Jakarta, Khoirudin, mengunjungi fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di RDF Plant Rorotan, untuk memastikan optimalisasi pengelolaan sampah di Jakarta.
Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti peristiwa longsor tumpukan sampah, di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang kembali menelan korban.
Dia pun menyampaikan duka cita atas insiden longsor yang terjadi di Bantargebang. Menurutnya, volume sampah Jakarta yang sangat besar menuntut solusi jangka panjang serta sistem pengelolaan yang lebih modern.
Baca Juga: TPST Bantargebang Longsor, Pemprov Jakarta Operasikan RDF Rorotan secara Bertahap
"Jakarta memproduksi sekitar 8.700 ton sampah setiap hari. Jika tidak disiapkan solusi permanen, maka risiko seperti longsor di Bantargebang bisa terus berulang. Karena itu pemerintah telah menganggarkan dana triliunan rupiah untuk pembangunan fasilitas RDF agar pengolahan sampah Jakarta berjalan maksimal, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan," kata Khoirudin kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, pengembangan fasilitas RDF menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPST Bantargebang yang saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas.
Pembangunan RDF merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di Jakarta. Saat ini, RDF Rorotan masih beroperasi secara bertahap dengan kapasitas pengolahan sekitar 700 ton sampah per hari.
Baca Juga: Ringankan Beban Bantargebang, RDF Rorotan Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Kapasitas itu ditargetkan meningkat hingga 2.500 ton per hari, setelah operasional berjalan optimal dan seluruh sistem pendukung terpenuhi. "Fasilitas RDF seperti di Rorotan ini adalah bagian dari solusi jangka panjang. Jika dibangun di beberapa titik, kita bisa mengurangi beban sampah ke Bantargebang hingga sekitar 30 persen," ujarnya.
Dia menegaskan, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh warga Jakarta.
"Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk mulai memilah sampah dari rumah, karena pengelolaan yang baik di hulu akan menentukan keberhasilan sistem pengolahan sampah di hilir," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag





