DPRD Jakarta Siapkan Pengiriman Pekerja ke Jepang, 2.050 Warga Sudah Masuk Program

AKURAT.CO Ketua DPRD Jakarta, Khoirudin, mendorong perluasan kesempatan kerja ke luar negeri untuk mengurangi pengangguran di Jakarta. Sebab, tingginya angka pengangguran di Jakarta sudah melewati batas rasional, sehingga membutuhkan intervensi cepat dan terarah.
"Pengangguran kita begitu banyak. Sudah melampaui batas toleransi," kata Khoirudin dikutip Minggu (30/11/2025).
Menurut dia, Pemprov Jakarta bersama Kementerian Ketenagakerjaan telah berkomunikasi intens untuk membuka peluang kerja ke Jepang. Program ini dipercepat dengan dukungan pendanaan dari Bank Jakarta.
Baca Juga: Menkeu: Efektivitas APBN Tekan Pengangguran dan Dongkrak Konsumsi
"Dalam waktu dekat, permintaan kerja ke Jepang akan segera kita proses. Ini sudah berjalan. Sudah 2.050 orang masuk program, dan 500 di antaranya adalah sopir," ujarnya.
Namun, DPRD Jakarta menahan pengajuan sopir dari Transjakarta karena kebutuhan dalam kota masih tinggi. Dia menjelaskan, profesi sopir menjadi salah satu yang paling diminati di pasar kerja Jepang karena tawaran gaji yang jauh lebih besar.
"Di luar negeri, sopir mobil boks saja bisa bergaji Rp24 juta. Sopir bus bisa mencapai Rp50 juta. Tidak heran peminatnya banyak," jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi Makin Solid, Jumlah Pekerja Formal Naik dan Tingkat Pengangguran Terbuka Turun
Untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja, Pemprov Jakarta memaksimalkan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) yang kini menyediakan pelatihan bahasa Jepang dan Korea. Pelatihan ini ditujukan bagi calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan diberangkatkan ke Jepang dan Korea Selatan.
"Kita siapkan pelatihan bahasa sebagai bekal penting bagi mereka," tegasnya.
Program pengiriman tenaga kerja ini diharapkan menjadi salah satu solusi konkret untuk mengurangi pengangguran, sekaligus membuka peluang pendapatan lebih tinggi bagi warga Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







