Akurat

Harapan Pedagang Menanti Janji Revitalisasi Pasar Baru

Okto Rizki Alpino | 12 Februari 2026, 14:35 WIB
Harapan Pedagang Menanti Janji Revitalisasi Pasar Baru

AKURAT.CO Pagi belum sepenuhnya ramai ketika pedagang di Pasar Baru, Jakarta Pusat, mulai membuka lapak. Tumpukan pakaian masih terbungkus plastik bening, beralaskan terpal biru dan meja-meja darurat berdiri di atas paving.

Di tengah keterbatasan itu, para pedagang tetap bertahan, menunggu pembeli yang datang silih berganti atau kadang tidak ada sama sekali.

Setiap hari, mereka mengandalkan Pasar Baru sebagai sumber penghidupan. Sepasang suami dan istri itu melipat kaus satu per satu, berharap warna cerah dan harga terjangkau bisa menarik minat pembeli.

"Harga murah dilihat aja dulu boleh," kata Siti (35) yang membujuk pelancong di Pasar Baru, Kamis (12/2/2026).

Di lapak sebelah, penjual sandal duduk bersila, menjaga dagangan sambil memperhatikan arus pejalan kaki yang kerap hanya lewat tanpa berhenti.

Kondisi pasar yang semakin sepi membuat pendapatan pedagang tak menentu. Penataan lapak yang semrawut, minimnya fasilitas, serta kalah saing dengan pusat perbelanjaan modern menjadi tantangan yang mereka hadapi setiap hari. Namun, di balik wajah lelah itu, harapan belum padam.

"Tidak menentu, kadang sebulan yang kejual itu bisa kehitung jari, dua sampai lima," kata Imam (39), suami dari Siti, yang juga pedagang kecil di Pasar Baru.

Rencana revitalisasi Pasar Baru yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menjadi angin segar bagi para pedagang. Program itu diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi pasar bersejarah ini, sekaligus mengembalikan kepercayaan pembeli untuk datang dan berbelanja.

"Dulu pernah ada festival, sempat ramai di sini. Tapi habis itu sepi lagi," keluhnya.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar di Jakarta Tidak Efektif, Pasar Tumpah Bikin Kios Pedagang Sepi

Revitalisasi Pasar Baru Harus Berpihak ke Pedagang Kecil

Revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan dan infrastruktur, tetapi juga tata kelola pasar. Penataan zonasi, perbaikan akses pejalan kaki, hingga peningkatan kenyamanan dinilai penting agar pedagang bisa berjualan dengan lebih layak dan aman.

Wakil Ketua DPRD Jakarta, Wibi Andrino, berpesan bahwa proyek revitalisasi Pasar Baru tidak boleh membuat pedagang kecil gulung tikar.

Ia meminta agar revitalisasi Pasar Baru lebih berpihak kepada pedagang kecil yang telah menggantungkan hidup puluhan tahun di kawasan tersebut.

"Pelaku UMKM lokal serta pemilik usaha harus dilibatkan sejak awal. Ini langkah yang bagus dan tinggal kita kawal bersama agar implementasinya tetap berpihak pada warga dan sejarah kota," kata Wibi.

Senada, Anggota Komisi D DPRD Jakarta, Ida Mahmudah, menyabut baik rencana revitalisasi Pasar Baru. Ia menilai melalui proyek tersebut geliat ekonomi di Pasar Baru dapat bangkit dan kembali menjadi ikon kota Jakarta. Ia juga mengajak warga Jakarta untuk mendukung program revitalisasi Pasar Baru.

"Mari warga Jakarta kita dukung bersama revitalisasi Pasar Baru," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Bagi pedagang kecil, pasar yang tertata rapi berarti peluang hidup yang lebih baik. Mereka berharap Pasar Baru kembali ramai seperti dulu, saat lapak-lapak tak pernah sepi dan dagangan habis sebelum sore.

Pemprov Jakarta menargetkan revitalisasi Pasar Baru mampu menjaga denyut ekonomi rakyat kecil. Di balik rencana pembangunan itu, tersimpan harapan sederhana para pedagang pasar yang hidup, pembeli yang kembali, dan penghidupan yang lebih pasti di tengah kerasnya persaingan kota.

Sebelumnya, Pemprov Jakarta memastikan penataan kawasan bersejarah dan pusat ekonomi dimulai pada pertengahan 2026. Kawasan yang masuk tahap awal revitalisasi meliputi Pasar Baru, Glodok, Pecinan hingga Kota Tua.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, berjanji terkait pembenahan kawasan Pasar Baru tidak hanya berfokus terhadap estetika semata. Ia menginstruksikan kepada jajaran agar revitalisasi Pasar Baru dapat memperkuat konektivitas hingga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.

"Saya mendorong agar masyarakat semakin merasa nyaman, mau membelanjakan uangnya. Kalau dulu selama ini yang terjadi kalau mau Lebaran orang pulang kampung belanjanya di kampung, sekarang silakan pulang Jakarta, belanjanya di Jakarta," jelasnya.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Jaya Gagal Atasi Maraknya Pasar Tumpah di Jakarta

Menurut Pramono, kesuksesan revitalisasi kawasan tersebut tidak bisa lepas dari ketersedian sistem transportasi publik yang tertata dan terintegrasi. Akses transportasi yang baik akan memudahkan mobilitas warga dan berdampak pada pergerakan ekonomi di kawasan tersebut.

"Bukan hanya Pasar Baru, Glodok Pancoran nanti akan menjadi satu tempat baru dan itu sesuai dengan MRT kita. Tahun depan MRT sudah sampai dengan Monas dan sekarang sudah mulai kita persiapkan," katanya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.