Akurat

Presiden Salurkan 1.455 Sapi untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Jelang Ramadan

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 14 Februari 2026, 23:41 WIB
Presiden Salurkan 1.455 Sapi untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Jelang Ramadan

AKURAT.CO Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyerahkan secara simbolis bantuan 1.455 ekor sapi dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh.

Bantuan tersebut diberikan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

Penyerahan bantuan dilakukan dalam acara Penyerahan Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Ringan (RR) dan Rumah Rusak Sedang (RS) di Halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Jumat (13/2/2026).

“Bapak Presiden juga memberikan bantuan sesuai tradisi yang ada di sini, tradisi meugang, yaitu pembagian daging satu hari sebelum Ramadan. Itu diberikan kepada daerah-daerah terdampak di Aceh,” ujar Tito.

Tambahan 25 Sapi dari Kemendagri

Selain bantuan dari Presiden, Tito juga menyerahkan 25 ekor sapi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk masyarakat Aceh.

Ia menjelaskan, anggaran bantuan sapi dari Presiden telah ditransfer kepada kepala daerah terdampak bencana.

Baca Juga: Pramono Anung Bakal Tindak Aksi Sweeping dan Sahur on The Road Saat Ramadan

Selanjutnya, para bupati dan wali kota bertanggung jawab mengatur mekanisme penyaluran kepada masyarakat.

“Saya minta kebijakan dari para bupati dan wali kota masing-masing untuk mengaturnya. Saya berikan kewenangan itu,” ucapnya.

Tito menegaskan, prinsip utama penyaluran bantuan tersebut adalah memastikan setiap keluarga terdampak bencana mendapatkan bagian daging sapi secara adil.

Percepat Pemulihan Pascabencana

Dalam kesempatan itu, Tito juga menyampaikan bahwa pemerintah terus bekerja keras mempercepat proses pemulihan pascabencana, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia bahkan berencana kembali ke Aceh Tamiang pada hari pertama puasa untuk berbuka bersama para pengungsi sekaligus melaksanakan salat tarawih bersama.

“Saya akan kembali lagi ke Tamiang pada hari puasa pertama untuk buka puasa bersama para pengungsi dan tarawih bersama. Tujuannya satu, ingin membesarkan hati Bapak/Ibu sekalian bahwa kami bersama Bapak/Ibu,” tandasnya.

Tito juga mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan menyambut Ramadan dengan penuh rasa syukur di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.