Komisi V DPR Minta Penanganan Segera Jalur Kereta Semarang yang Kerap Banjir

AKURAT.CO Penurunan permukaan tanah di jalur kereta Semarang diminta dapat ditangani secara permanen dan terpadu.
Pasalnya, penanganan yang dilakukan di jalur kereta Semarang selama ini masih bersifat teknis sementara dan belum menyentuh solusi jangka panjang
Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mengatakan, persoalan amblasnya jalur kereta Semarang tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah sementara seperti pemompaan air.
Menurutnya, metode tersebut tidak selalu efektif dalam menghadapi kondisi penurunan tanah yang bersifat masif.
"Pada titik tertentu pompa bisa bekerja tetapi pada kondisi tertentu tidak akan mampu mengatasi persoalan. Apalagi jika sudah berkaitan dengan bencana alam," kata Lasarus, saat memimpin Tim Kunker Komisi V DPR meninjau Stasiun Tawang, Semarang, pada Jumat (20/2/2026).
Legislator Dapil Kalimantan II itu menerangkan, solusi yang dibutuhkan adalah pembangunan jalur kereta yang lebih tinggi dan permanen agar tidak terdampak banjir rob maupun penurunan tanah di masa mendatang. Upaya tersebut harus menjadi program jangka panjang yang terintegrasi.
Baca Juga: Cara Dapat Diskon Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026, Potongan Harga hingga 30 Persen
Selain itu, Lasarus juga mendorong adanya roadmap yang jelas dalam penyelesaian masalah ini. Jika PT KAI tidak mampu melakukan investasi secara mandiri, pemerintah diminta untuk mengambil alih melalui anggaran negara. Kemudian juga pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta PT KAI.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, selama ini penanganan masih berjalan secara parsial sehingga hasilnya belum optimal.
"Masalahnya sering kali bukan pada anggaran tetapi koordinasi. Ego sektoral antarlembaga membuat penanganan menjadi tidak terintegrasi," kata Lasarus.
Untuk itu, Komisi V berencana mempertemukan seluruh pihak terkait dalam satu forum untuk menyusun langkah bersama. Termasuk pembagian peran, pendanaan serta target penyelesaian. Upaya ini diharapkan menjadi titik awal penanganan yang lebih komprehensif.
"Kami menekankan pentingnya kejelasan penanganan. Termasuk sinkronisasi dengan program pengendalian banjir yang direncanakan Kementerian Pekerjaan Umum hingga 2028. Kami menilai penanganan jalur kereta Semarang harus berjalan seiring dengan pengendalian air agar hasilnya optimal dan berkelanjutan," jelasnya.
Lebih lanjut, Lasarus juga menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Di beberapa daerah, proyek besar dibangun meski belum memiliki tingkat penumpang yang tinggi, sementara pada jalur kereta Semarang yang memiliki mobilitas tinggi justru menghadapi persoalan belum terselesaikan.
Baca Juga: Pemesanan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Panduan Lengkapnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









