DPRD Jakarta Serap Keluhan Warga Menteng Dalam Soal Dana PKK hingga Banjir

AKURAT.CO Warga RW 11, Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, menyampaikan keluhan mulai dari minimnya perlengkapan alat kesehatan posyandu, ketiadaan dana operasional kader PKK hingga persoalan banjir yang kerap melanda saat musim hujan.
Aspirasi itu mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Demokrat, Lazarus Simon Ishak, Sabtu (7/2/2026).
Lazarus mengatakan, setiap kegiatan reses selalu diwarnai aspirasi yang kuat dari warga, terutama terkait kebutuhan dasar dan infrastruktur lingkungan.
Menurut dia, persoalan fisik seperti saluran air tersumbat, peningkatan jalan lingkungan, serta dukungan dana operasional bagi kader PKK menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan.
"Dari setiap reses yang saya lakukan, aspirasi warga sangat luar biasa, khususnya terhadap hal-hal fisik. Seperti saluran air yang sering mampet, permintaan pembangunan peningkatan jalan dan juga uang operasional PKK," jelas Lazarus.
Anggota Komisi A DPRD Jakarta itu menyoroti ketiadaan dana operasional bagi kader PKK tingkat RW. Lazarus menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan beban kerja para kader yang menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Pantau Harga dan Stok Pangan, DPRD Jakarta Akan Perbanyak Sidak ke Pasar
"Khusus uang operasional PKK tingkat RW, kader mengeluhkan karena selama ini uang operasional tidak pernah dapat. PKK itu operasionalnya hanya ada pada tingkat kelurahan tapi di RW tidak ada. Padahal, PKK tingkat RW punya banyak kegiatan, ada empat pokja, sementara selama ini mereka tidak mendapat dukungan," jelasnya.
Lazarus juga menampung keluhan terkait keterbatasan alat kesehatan di Posyandu. Warga meminta pemerintah menyediakan alat cek gula darah, timbangan, tensi darah serta sarana penunjang seperti meja dan lemari untuk penyimpanan data warga.
"Saya sangat mengapresiasi semangat dan peran kader posyandu. Pemprov harus hadir dalam setiap persoalan yang dialami kader posyandu atau PKK," katanya.
Lazarus memastikan seluruh aspirasi warga akan disampaikan kepada dinas terkait agar kebutuhan tersebut dapat segera direalisasikan.
"Hal ini akan kita sampaikan pada dinas-dinas terkait. Agar aspirasi masyarakat bisa diwujudkan dan memudahkan tugas-tugas kader posyandu dan PKK di lingkungan RW 11," ujarnya.
Persoalan banjir juga menjadi sorotan utama warga. Lazarus mengungkapkan, saluran air yang kerap tersumbat dan kondisi kali yang dipenuhi lumpur menyebabkan genangan cepat terjadi saat hujan turun.
Baca Juga: DPRD Jakarta Evaluasi Menyeluruh Atas Keluhan Bau dari RDF Rorotan
"Persoalan banjir di Kelurahan Menteng Dalam, khususnya di RW 10 dan 11, tergolong sangat mengkhawatirkan. Saat reses beberapa hari lalu, hujan turun 10 menit saja, air sudah naik 10 sampai 15 sentimeter," ungkapnya.
Untuk itu, Lazarus meminta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan rutin turun ke titik rawan banjir melakukan pengerukan saluran dan kali.
"Sudin SDA Jaksel perlu melakukan pengerukan secara rutin agar masyarakat tidak mengalami banjir saat hujan turun," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata








