Akurat

Pemerintah Rehabilitasi Puluhan Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera

Herry Supriyatna | 17 Januari 2026, 11:29 WIB
Pemerintah Rehabilitasi Puluhan Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. 

Rehabilitasi tersebut mencakup perbaikan lahan sawah, jaringan irigasi, serta pemulihan sarana dan prasarana produksi pertanian agar petani terdampak dapat segera kembali berproduksi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemulihan sektor pertanian pascabencana merupakan tanggung jawab negara.

Menurutnya, sejak bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025, Kementerian Pertanian langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

“Begitu kedengaran ada bencana, kami langsung ke Kementerian Pertanian dan meminta seluruh pegawai serta mitra mengeluarkan sedekah terbaiknya untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Dari gerakan solidaritas tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp75 miliar yang berasal dari gaji pegawai dan sedekah keluarga besar Kementerian Pertanian, termasuk dukungan dari Komisi IV DPR RI.

Selain bantuan internal, Amran menyebut Kementan juga menyalurkan bantuan pangan dalam skala besar sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mengirim bantuan dan tidak menunggu surat. Itu sudah menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Baca Juga: Asap Dapur Lapangan TNI Jadi Tanda Harapan di Tengah Bencana Sumatera Barat

Memasuki fase pemulihan, Kementan mencatat total dampak kerusakan lahan sawah akibat bencana alam di tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—mencapai 98.002 hektare.

Aceh menjadi wilayah terdampak terluas dengan 54.233 hektare di 21 kabupaten/kota, disusul Sumatera Utara seluas 37.318 hektare di 15 kabupaten/kota, serta Sumatera Barat seluas 6.451 hektare di 14 kabupaten/kota.

Dari total tersebut, kerusakan dengan kriteria ringan hingga sedang mencapai 69.240 hektare, terdiri atas kerusakan ringan seluas 48.969 hektare dan kerusakan sedang 20.271 hektare.

Rinciannya, Aceh seluas 32.652 hektare, Sumatera Utara 32.964 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare.

Khusus di Kabupaten Aceh Utara, luas lahan sawah dengan kerusakan ringan hingga sedang tercatat mencapai 8.237 hektare, dengan rincian kerusakan ringan 5.950 hektare dan kerusakan sedang 2.287 hektare.

Kementan memprioritaskan rehabilitasi pada lahan dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang.

Tahap pengerjaan ditargetkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026, dengan target rehabilitasi lahan sawah di tiga provinsi mencapai 13.708 hektare.

Target tersebut terdiri atas Aceh seluas 6.530 hektare, Sumatera Utara 6.593 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare.

“Kami mulai dari yang ringan dan sedang, baru terakhir yang berat. Sekitar 90 hingga 95 persen akan kami selesaikan lebih dulu,” ujar Amran.

Di Aceh, rehabilitasi lahan sawah dilaksanakan dengan skema padat karya agar petani terdampak tetap memiliki sumber penghasilan selama masa pemulihan.

“Rakyat yang bekerja, yang punya sawah bekerja. Upahnya dibayar oleh pusat. Jadi mereka mengerjakan lahannya sendiri,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Kementerian Pertanian telah menyiapkan alokasi anggaran eksisting rehabilitasi lahan sawah nasional seluas 10.000 hektare senilai Rp148,53 miliar.

Anggaran tersebut akan direvisi dan dialokasikan untuk menangani rehabilitasi lahan sawah dengan tingkat kerusakan sedang di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.

Selain itu, tersedia anggaran kegiatan optimasi lahan sebesar Rp310 miliar untuk menangani rehabilitasi lahan sawah dengan tingkat kerusakan ringan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini 17 Januari 2026: Aries, Taurus, Leo, Libra, dan Pisces!

Kegiatan rehabilitasi meliputi perapihan pematang, normalisasi saluran irigasi tersier, primer, dan sekunder, perbaikan bangunan irigasi seperti pintu air dan box bagi, serta pekerjaan olah lahan.

Sebagai bagian dari dukungan konkret, Kementan juga menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian, mulai dari pupuk, benih, alat dan mesin pertanian, hingga bantuan sembako.

Pemerintah memastikan seluruh bantuan yang dijanjikan kepada pemerintah daerah telah direalisasikan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.