RSUD Aceh Tamiang Beroperasi Kembali Setelah Terdampak Banjir, Buka Layanan UGD hingga Cuci Darah

AKURAT.CO Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang dipastikan kembali beroperasi dengan membuka layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan hemodialisa atau cuci darah.
RSUD yang sebelumnya porak poranda akibat banjir dan longsor kini sudah rapi dan siap digunakan berkat kerja keras lintas kementerian/lembaga.
"Fokusnya adalah membuka UGD, membuka layanan cuci darah, membuka instalasi farmasi. Sudah bisa mulai hari ini (Selasa) kami membuka pelayanan. Tentu saja pelayanan terbatas ya," ujar Dirut RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga: Kasus Bupati Aceh Selatan Harus Jadi Evaluasi Sistem Pengawasan Kepala Daerah
Dia menuturkan, sambil menunggu semua ruangan betul-betul siap digunakan, pasien yang datang diupayakan untuk dilayani. UGD juga akan melayani rawat inap bagi pasien yang memungkinkan dirawat di RSUD Aceh Tamiang.
Untuk sementara, RSUD Aceh Tamiang menyediakan 20 tempat tidur di UGD. Operasional UGD pun dibantu RSUP H. Adam Malik Medan.
"Yang datang ke sini tetap kami upayakan kami layani. Kami untuk operasional UGD dibantu dari Rumah Sakit Adam Malik, kami sediakan nanti 20 tempat tidur untuk rawat inap terbatas," kata Andika.
Baca Juga: DPR Dukung Penuh Langkah Presiden Pecat Bupati Aceh Selatan
"Farmasi sudah dibersihkan, sedang finishing. Ruang cuci darah, lumpur sudah dikeluarkan, ini tinggal disikat dipel," tambahnya.
Selanjutnya, fokus ruangan yang akan dibersihkan yaitu Poli Rawat Jalan. Andika berharap perlahan ruang ICU, laboratorium hingga radiologi bisa segera dibuka kembali untuk melayani pasien.
Tim dari TNI AL Kodaeral I Belawan, Kapt. Laut PM Suherman, menyatakan RSUD Aceh Tamiang merupakan tempat yang vital, sehingga harus cepat dibenahi demi melayani masyarakat.
Ia mengatakan, personel TNI bersama tim farmasi sudah memilah-milah obat yang masih bisa digunakan atau tidak.
"Untuk obat-obat yang masih bisa diamankan, kita bekerja dengan pihak rumah sakit bagian farmasi mana yang bisa digunakan. Jadi, kami memilah-milah mana yang bisa digunakan untuk berikutnya dan mana yang tidak bisa digunakan," jelasnya.
Sejak pekan lalu pascabanjir, ratusan personel TNI bahu-membahu membersihkan RSUD Aceh Tamiang. Usai kejadian bencana, akses menuju RSUD Aceh Tamiang tertutup oleh kendaraan-kendaraan yang terbawa arus banjir sehingga harus dipindahkan dengan digotong.
Baca Juga: Komisi VI DPR Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo dalam Pemulihan Bencana Sumatera
Menurut keterangan Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, Sabtu (6/12/2025), RSUD Tamiang tertutup lumpur dengan ketebalan 40 centimeter dan sudah mulai mengeras.
Selain itu, kondisi seluruh barang dalam kondisi rusak dan porak poranda akibat diterjang banjir bandang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









