Akurat

Pramono Ingatkan Camat dan Lurah untuk Kerja Nyata: Jangan Bikin Konten Berlebihan

Citra Puspitaningrum | 3 Desember 2025, 17:37 WIB
Pramono Ingatkan Camat dan Lurah untuk Kerja Nyata: Jangan Bikin Konten Berlebihan

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan para camat dan lurah agar tidak berlebihan dalam menampilkan aktivitas pemerintahan di media sosial. Dia menegaskan, komunikasi publik harus dilakukan secara jujur dan proporsional, bukan sekadar pencitraan.

"Apapun yang kita lakukan harus bisa juga kita komunikasikan secara baik di ruang publik. Sebaik apa pun putusan-putusan yang kita buat, tetapi kalau kemudian tidak terkomunikasikan secara baik, publik juga tidak tahu," kata Pramono dalam Townhall Meeting bersama lurah, camat, dan jajaran Forkopimcam se-Jakarta di Balai Kota, Rabu (3/12/2025).

Dia menekankan tidak anti terhadap penggunaan media sosial oleh pejabat pemerintah, namun dia meminta konten yang dibuat tidak dramatis.

Baca Juga: Pramono Ultimatum Pejabat Kelurahan dan Kecamatan Harus Bersih dari Pungli

"Yang kita komunikasikan adalah yang apa adanya. Enggak boleh terlalu berlebihan, apalagi dibuat seakan-akan menjadi konten tertentu," katanya.

Baginya, transparansi dan fokus pada perbaikan kinerja jauh lebih penting ketimbang membangun citra. "Enggak apa-apa, konten enggak apa-apa, tetapi intinya saya berkeinginan bahwa Jakarta mari kita bangun bersama-sama dengan apa adanya. Yang baik ya baik, yang kurang yang kurang kita perbaiki," lanjutnya.

Selain soal komunikasi publik, Pramono meminta perangkat wilayah mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Prediksi curah hujan tinggi dan potensi banjir rob, harus diantisipasi sejak dini. 

Dia meminta camat dan lurah aktif memeriksa kondisi drainase dan segera berkoordinasi jika menemukan saluran bermasalah. "Kalau ada saluran yang kurang baik, segera dilaporkan. Jangan menunggu komando," tegasnya.

Baca Juga: Pramono Gerah Lihat Bendera Parpol Semrawut, Minta Satpol PP Bersih-bersih Kota

Dia juga mengingatkan pengalaman daerah lain yang terdampak banjir bandang sebagai pelajaran penting. Dia meminta pejabat wilayah bekerja sama dengan warga, untuk memanfaatkan fasilitas lingkungan, termasuk rumah ibadah, sebagai pusat penyebaran peringatan dini. "Masjid, gereja dan sebagainya digunakan untuk peringatan dini," ujarnya.

Tak hanya itu, Pramono mendorong kecamatan dan kelurahan mempererat koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Menurutnya, soliditas di tingkat bawah akan memudahkan penanganan saat situasi kritis.

"Kalau hubungan ini baik di bawah, ini menjadi modal utama kita menghadapi curah hujan tinggi, juga Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.