Curah Hujan Tinggi, BPBD Imbau Warga Jaksel dan Jaktim Waspada Longsor Selama November 2025

AKURAT.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta meminta masyarakat di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor sepanjang November 2025. Peringatan ini disampaikan, menyusul prakiraan curah hujan yang diprediksi berada di atas normal.
"Kepada lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tulis keterangan BPBD melalui akun Instagram resminya, Kamis (27/11/2025).
BPBD menjelaskan, wilayah berpotensi longsor ditetapkan berdasarkan hasil tumpang susun antara peta kerentanan gerakan tanah, dan prakiraan curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut merujuk pada data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sri Lanka Tewaskan 31 Orang, 14 Masih Hilang
Sejumlah wilayah di Jakarta Selatan berada pada zona menengah hingga tinggi potensi gerakan tanah. Daerah itu meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
Sementara di Jakarta Timur, kawasan Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Makasar, dan Pasar Rebo masuk kategori serupa.
Pada zona menengah, gerakan tanah dapat terjadi bila curah hujan melebihi kondisi normal, terutama di area yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, gawir, atau lereng yang mengalami gangguan. Adapun zona tinggi memiliki risiko lebih serius, termasuk kemungkinan aktifnya kembali gerakan tanah lama ketika hujan meningkat.
BPBD meminta pemimpin wilayah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini. Masyarakat diminta memantau perkembangan cuaca serta memperhatikan tanda-tanda awal pergerakan tanah demi mencegah kerugian jiwa maupun materi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









