Laba Ancol Anjlok 41 Persen, DPRD Jakarta Desak Audit Total Direksi dan Manajemen

AKURAT.CO PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) diminta untuk evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi dan manajemen, menyusul merosotnya kinerja keuangan perusahaan daerah itu.
Tercatat, laba bersih Ancol anjlok hingga 41,6 persen pada kuartal III-2025. Sehingga, audit kinerja secara komprehensif perlu segera dilakukan, guna memastikan strategi bisnis dan pengelolaan perusahaan berjalan efektif.
"DPRD akan mendorong adanya audit dan pengawasan yang ketat, mengingat Ancol merupakan salah satu tempat rekreasi terbesar di DKI Jakarta yang banyak diminati masyarakat," ujar Anggota DPRD Jakarta Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dwi Rio Sambodo, di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).
Baca Juga: Pantai Ancol Padat Pengunjung di Libur Panjang, Target 100 Ribu Wisatawan
Dia menegaskan, direksi dan manajemen memiliki tanggung jawab besar terhadap arah bisnis dan operasional, yang berdampak langsung pada kinerja keuangan BUMD tersebut. Karena itu, transparansi dan profesionalisme menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
"Pelayanan yang baik akan berdampak pada kepercayaan publik dan peningkatan kinerja keuangan BUMD itu sendiri," imbuhnya.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, PJAA mencatat laba bersih sebesar Rp58,6 miliar hingga kuartal III-2025, turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp100,5 miliar.
Penurunan ini dipicu oleh turunnya pendapatan sebesar 9,4 persen, dari Rp881,4 miliar menjadi Rp798,5 miliar. Meski beban pokok pendapatan menurun Rp22,3 miliar, beban langsung naik menjadi Rp417,6 miliar sehingga laba kotor ikut tergerus menjadi Rp358,4 miliar dari Rp438,3 miliar tahun sebelumnya.
Baca Juga: Sampai Kapan Promo Tiket Ancol Rp20 Ribu Berlaku? Cek Detail, Syarat, dan Cara Dapatnya di Sini!
Selain itu, beban administrasi dan penjualan meningkat, mendorong penurunan laba usaha menjadi Rp164,2 miliar dari Rp238,3 miliar. Sementara rugi bersih investasi ventura bersama naik menjadi Rp437 miliar, membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp87,9 miliar dari Rp143,4 miliar.
Adapun total aset PJAA hingga kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp3,43 triliun, menurun dari posisi akhir 2024 yang mencapai Rp3,59 triliun.
Dengan kondisi ini, DPRD Jakarta menilai langkah evaluasi mendalam perlu segera dilakukan, agar Ancol dapat kembali memperkuat kinerja bisnis dan pelayanan publiknya sebagai ikon rekreasi warga Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









