Jakarta Terancam Krisis Kuburan, Lahan Pemakaman Hanya Cukup untuk 3 Tahun Lagi

AKURAT.CO Lahan Jakarta makin terbatas, tak hanya untuk perumahan namun juga untuk pemakaman. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta mencatat, ketersediaan lahan pemakaman di Jakarta diperkirakan hanya akan bertahan tiga tahun lagi.
Kepala Distamhut Jakarta, Fajar Sauri, mengungkapkan kapasitas lahan yang tersedia kini hanya 118.348 petak makam, dengan rata-rata pelayanan pemakaman mencapai 100 jenazah per hari. Maka dalam hitungan tiga tahun, Jakarta diperkirakan akan kehabisan lahan makam.
"Kapasitas lahan tersedia sebanyak 118.348 petak makam yang apabila pelayanan rata-rata 100 jenazah per hari, maka lahan tersedia sampai 3 tahun ke depan," kata Fajar, Kamis (23/10/2025).
Baca Juga: Anggaran Banjir, Sampah, dan Pemakaman Harus Jadi Prioritas Pemprov Jakarta
Jakarta kini memiliki 80 Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang tersebar di lima wilayah kota. Namun, sebanyak 69 TPU telah penuh dan hanya melayani makam tumpang, yakni pemakaman dalam satu liang yang masih satu keluarga. Skema itu, menjadi solusi sementara di tengah krisis lahan.
Hanya 11 TPU yang masih menerima pemakaman baru. Di Jakarta Timur, antara lain TPU Rawa Terate, Cipayung, Cilangkap, Bambu Apus, dan Cipinang Besar. Sementara di Jakarta Utara terdapat TPU Rorotan, dan di Jakarta Selatan masih tersedia di Tanah Kusir, Srengseng Sawah, dan Kampung Kandang.
Adapun di Jakarta Barat, pemakaman baru masih bisa dilakukan di TPU Tegal Alur dan TPU Pengadungan. "Untuk TPU Pengadungan seluas 65 hektare masih perlu dilakukan pengurukan atau pematangan lahan," tuturnya.
Baca Juga: TPU Makin Sesak, Pramono Bakal Bikin Pemakaman Bertingkat di Jakarta
Namun, upaya menambah lahan pemakaman tidak mudah. Penolakan warga kerap menjadi batu sandungan bagi pemerintah, dalam memperluas atau membuka lahan makam baru.
"Kendala dalam menambah lahan yakni sering terjadi penolakan warga terhadap keberadaan lahan makam," ungkapnya.
Krisis lahan makam ini menjadi peringatan keras bagi Pemprov Jakarta untuk segera mencari terobosan. Jika tidak, tiga tahun lagi Jakarta bukan hanya sesak oleh hidup, tapi juga oleh kematian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







