Berantas Copet dan Preman, Pramono Ingin Pasar di Jakarta Pakai Sistem Pembayaran QRIS

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mendorong adanya digitalisasi pasar di Jakarta. Penerapan ini bukan hanya sekadar urusan transaksi, melainkan juga tameng baru melawan kriminalitas.
Menurutnya, dengan sistem pembayaran berbasis QRIS, masyarakat tak perlu lagi membawa uang tunai yang kerap menjadi incaran copet.
"Kalau semua sudah digital, apa yang mau dicopet? Premanisme pun pasti pelan-pelan berkurang," kata Pramono, di Jakarta, dikutip Jumat (22/8/2025).
Baca Juga: Gempa Guncang Jawa Barat dan Jakarta, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Dia menyebut, langkah ini sejalan dengan program Pemprov Jakarta dalam mengoptimalkan keamanan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. Transaksi digital, akan membuka ruang transparansi pajak.
"Keuntungannya bagi pemerintah Jakarta, pajaknya otomatis. Karena transaksinya terbuka, maka hasilnya juga akan lebih baik," ucapnya.
Bank Indonesia mencatat, transaksi QRIS di Jakarta saat ini menyumbang sekitar 43–45 persen dari total transaksi nasional. Menurutnya, angka itu menunjukkan geliat digitalisasi pasar kian nyata.
"Saya yakin kalau seluruh pasar sudah begini, lonjakannya luar biasa. Untungnya terasa bagi pedagang, konsumen, juga pemerintah," tandasnya.
Dengan langkah ini, Pemprov Jakarta optimistis pasar tradisional Jakarta tidak hanya lebih modern, tetapi juga lebih aman dari kejahatan jalanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







