Akurat

Dukung Program Energi Terbarukan Presiden Prabowo, PLTM Kanzy 3 Jalin Kerja Sama dengan PLN

Wahyu SK | 6 Juni 2025, 15:10 WIB
Dukung Program Energi Terbarukan Presiden Prabowo, PLTM Kanzy 3 Jalin Kerja Sama dengan PLN

AKURAT.CO Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Hal ini guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Sejalan dengan PT Kanz Sapta Energi, anak perusahaan Muara Energi, yang resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Kanzy 3 di Bengkulu.

Untuk itu, PLTM Kanzy 3 menandatangani kerja sama dengan PT PLN (Persero) UID S2JB.

Baca Juga: Trojan Zanubis Kembali Serang Pengguna Android di Peru, Menyamar Jadi Aplikasi Bank dan Energi

Berita Acara Commercial Operation Date (COD) tersebut digelar di Palembang pada Rabu (4/6/2025).

Penandatanganan dilakukan oleh General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, dan Direktur Utama PT Kanz Sapta Energi, Hery Candra Halim.

Turut hadir menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Kanz Sapta Energi, termasuk Billy Tjandra dan Andik Setiawan, serta perwakilan resmi dari PLN UID S2JB.

"Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk memperkuat komitmen kami dalam mendukung program pemerintah dalam penyediaan energi bersih dan berkelanjutan," kata Komisaris Muara Energi, Billy Tjandra.

Baca Juga: BBM Langka di Bengkulu, Gibran Turun Gunung Tinjau Distribusi Energi di Pelabuhan Pulau Baai

Melalui kolaborasi dengan PLN, menurut Billy, pihaknya ingin memastikan bahwa energi yang dihasilkan dari sumber terbarukan seperti minihidro dapat disalurkan secara maksimal kepada masyarakat.

Sekaligus mempercepat transisi energi nasional menuju energi yang ramah lingkungan.

"PLTA Kanzy 3 adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap agenda besar Presiden Prabowo untuk mendorong transisi energi hijau dan mempercepat pembangunan nasional berbasis energi terbarukan," jelasnya.

PLTM Kanzy 3 dan Tenaga Minihidro

Kerja sama dengan PLN, PLTM Kanzy 3 menggunakan tenaga minihidro, pembangkit listrik tenaga air berskala kecil. Umumnya dengan kapasitas di bawah 10 MW, yang memanfaatkan aliran sungai atau saluran irigasi tanpa membangun bendungan besar.

Baca Juga: Bertemu Ketua Parlemen Jepang, Puan Minta Dukungan Pengembangan Transisi Energi Hijau

"Manfaatnya sangat signifikan, baik bagi manusia maupun lingkungan. Bagi manusia, minihidro menyediakan energi listrik yang stabil dan ramah lingkungan, terutama di daerah terpencil. Sementara bagi alam, teknologi ini memiliki dampak lingkungan yang minimal karena tidak merusak ekosistem sungai secara besar-besaran," jelas Billy.

PLTA Kanzy 3 beroperasi secara komersial setelah melewati proses pengujian dan sertifikasi yang ketat.

Dengan kapasitas 5 MW, pembangkit ini memanfaatkan aliran Sungai Simpang Aur di Desa Taba Durian Sebakul, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah.

"PT Kanz Sapta Energi baru mulai membangun PLTM Kanzy 3 sejak tahun 2022 dan baru mulai beroperasi sejak 16 Mei 2025 kemarin. Diharapkan PLTM ini akan menyuplai energi listrik sebesar rata-rata 30 juta kWh per tahun ke jaringan PLN," kata Billy.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Lapangan Migas Forel dan Terubuk di Natuna, Jadi Tonggak Swasembada Energi

"Ini setara dengan memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 20.000 rumah tangga per tahun, atau setara dengan kebutuhan listrik beberapa kecamatan, tergantung pada tingkat konsumsi listrik masing-masing wilayah. Sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon hingga ribuan ton CO2 setiap tahunnya," sambungnya menjelaskan.

Kerja sama PLTM Kanzy 3 dan PLN juga membuka peluang kerja, menghidupkan ekonomi desa dan menjadi contoh sukses sinergi antara pemerintah dan swasta dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan.

"Selain minihidro, PT Kanz Sapta Energi juga sedang mengembangkan portofolio energi terbarukan lainnya seperti tenaga gas (gas turbine), panas bumi dan PLTA PLTA skala besar. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendiversifikasi sumber energi hijau yang berkelanjutan dan sesuai dengan karakteristik geografis Indonesia," ungkap Billy.

PT Kanz Sapta Energi adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan energi terbarukan dan merupakan anak perusahaan dari Muara Energi Mutakhir (MEM).

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Energi, Hilirisasi dan Lifting Migas Jadi Sorotan

Perusahaan ini memiliki visi untuk menjadi pelopor dalam penyediaan energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia.

Dengan fokus utama pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) skala besar diatas 10MW, MEM terus berinovasi dan memperluas jangkauan ke energi hijau lainnya seperti tenaga gas dan panas bumi.

Komitmennya adalah menghadirkan solusi energi yang tidak hanya efisien dan andal, tetapi juga ramah lingkungan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

PT Muara Energi Mutakhir sendiri baru didirikan tahun 2022 dengan tujuan menghasilkan energi alternatif untuk melestarikan lingkungan dan bumi Indonesia, serta mewujudkan energi terbarukan sebagai energi masa depan.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Lapangan Migas Forel dan Terubuk di Natuna, Jadi Tonggak Swasembada Energi

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK