Akurat

Pemerintah Bakal Revitalisasi 26 Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Ahada Ramadhana | 21 Maret 2025, 20:32 WIB
Pemerintah Bakal Revitalisasi 26 Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

AKURAT.CO Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq, mengatakan terdapat 26 sekolah yang terdampak di kawasan rawan bencana akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Untuk itu, pemerintah berkoordinasi dan menjadi perhatian untuk sekolah-sekolah tersebut segera di revitalisasi.

"Jadi kami sudah mendata ada 26 sekolah yang terdampak di kawasan rawan bencana. Sudah menjadi perhatian kami untuk bisa dilakukan revitalisasi dan rehab," kata dia, Jumat (21/3/2025).

Selain itu, hal terpenting lainnya ialah pemerintah memastikan bahwa anak-anak yang terdampak tetap memastikan pelayanan pendidikan di ruang kela darurat. Dengan bekerja sama dengan dinas pendidikan setempat, agar proses pembelajaran tetap berlangsung.

Baca Juga: Pasca Erupsi Gunung Lewotobi NTT, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Siaga

"Karena situasinya darurat kita melakukan penyederhanaan indikator capaian pembelajaran. Jadi yang sifatnya pokok, yang sifatnya wajib itu yang kami tekankan," jelasnya.

Dia juga memastikan, ketersediaan guru yang tetap masih bisa terpenuhi. Dengan bekerja sama dan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kupang dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPMP) yang juga ikut mendampingi oleh dinas pendidikan setempat.

Pengiriman ribuan buku, juga tetap dilakukan baik itu buku bacaan maupun buku pembelajaraan. Buku-buku tersebut, dikirim ke tempat pengungsian agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

"Di mana anak-anak kita itu tinggal sementara dan harapannya mereka juga tidak mengalami learning loss. Harapan kami mereka tetap bisa mengikuti proses pembelajaran sehingga tidak terlalu ketinggalan dengan teman-temannya di tempat yang lain," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.