Akurat

Pengamat: PIK 2 Berpotensi Jadi Pusat Kejayaan Maritim Indonesia

Ahada Ramadhana | 18 Maret 2025, 13:55 WIB
Pengamat: PIK 2 Berpotensi Jadi Pusat Kejayaan Maritim Indonesia

AKURAT.CO Kawasan PIK 2 dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat kejayaan kemaritiman Indonesia dengan mengintegrasikan pengembangan wilayah pesisir melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.

Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC), Marcellus Hakeng Jayawibawa.

Menurut Marcellus, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki potensi maritim yang luar biasa, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Pengembangan kawasan pesisir seperti PIK 2, yang didesain khusus untuk memperkuat sektor maritim, dapat menjadi langkah penting dalam mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi nyata.

“PIK 2 bisa menjadi model pengembangan wilayah pesisir yang terintegrasi dengan baik. Ini bukan hanya soal mengembangkan infrastruktur modern, tapi juga bagaimana mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut dan mengelola sumber daya alam dengan bijak,” ujar Marcellus dalam keterangannya, Selasa (18/3/2025).

Baca Juga: Sendu, Rieke Diah Pitaloka Masih Perjuangkan Hak Mendiang Mat Solar

Marcellus menekankan, salah satu strategi kunci dalam memperkuat kemaritiman Indonesia melalui PIK 2 adalah mengembangkan objek wisata berbasis ekosistem maritim.

Konsep ini tidak hanya bertujuan menarik wisatawan tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian laut.

“Pengembangan pariwisata yang berorientasi pada pelestarian alam bisa menjadi langkah strategis. Misalnya, wisata edukasi tentang biota laut, konservasi terumbu karang, atau pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Aktivitas seperti ini tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keanekaragaman hayati laut Indonesia,” jelas Marcellus.

Selain sektor pariwisata, kawasan PIK 2 juga berpotensi menjadi pusat inovasi dalam industri maritim.

Pengintegrasian berbagai sektor seperti perdagangan, teknologi, dan pariwisata dapat menciptakan ekosistem bisnis yang mendukung pengembangan industri kelautan secara keseluruhan.

“PIK 2 dapat berperan sebagai laboratorium inovasi bagi pengembangan maritim yang berkelanjutan. Dengan kebijakan yang tepat, kawasan ini bisa menjadi contoh pengelolaan pesisir yang ramah lingkungan dan efisien. Penggunaan teknologi untuk mendukung konservasi laut dan pengelolaan sumber daya alam yang terintegrasi perlu diprioritaskan,” paparnya.

Lebih lanjut, Marcellus menyatakan bahwa pengembangan kawasan pesisir seperti PIK 2 membutuhkan dukungan kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Baca Juga: Penyesalan Putra Mat Solar Tak Dampingi Sang Ayah Saat Meninggal Dunia

Selain itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan program ini.

“Pengembangan kawasan pesisir harus melibatkan semua pihak. Pemerintah perlu memberikan insentif yang tepat, sementara pengembang perlu memastikan bahwa proyek ini ramah lingkungan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tambah Marcellus.

Dia berharap agar konsep pengembangan PIK 2 dapat menjadi inspirasi bagi kawasan pesisir lainnya di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi kemaritiman yang dimiliki.

“Jika dikembangkan dengan baik, PIK 2 bisa menjadi katalisator bagi kejayaan kemaritiman Indonesia, bukan hanya dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim,” pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.