PSN di Utara Jakarta Bukan untuk Perumahan, tapi Proyek Hijau yang Ciptakan Lapangan Kerja

AKURAT.CO Lahan yang digunakan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) dipastikan bukan diperuntukkan bagi pembangunan perumahan, melainkan untuk proyek berbasis lingkungan.
Proyek ini bertujuan menjaga ekosistem sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan langsung oleh manajemen PIK 2 saat menerima audiensi sejumlah ulama dari Forum Ulama Banten dan Betawi di lokasi pembangunan.
Kehadiran para ulama bertujuan untuk menggali informasi terkait isu penggusuran tempat ibadah serta dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.
Sejumlah tokoh agama yang hadir antara lain Kiai Abdul Rozak dan Kiai Alawi Nur Alam, didampingi oleh Ketua Umum Barisan Kesatria Nusantara (BKN), Muhammad Rofi’i Mukhlis atau Gus Rofi’i.
Dalam pertemuan tersebut, mereka mendapat pemaparan langsung mengenai tujuan proyek serta regulasi yang mendasari pengelolaannya.
Menurut Gus Rofi’i, proyek ini sepenuhnya didanai oleh investor swasta dengan nilai investasi mencapai Rp39,7 triliun dan tidak menggunakan dana negara.
Baca Juga: Pemprov Sumsel Segera Buka Pendaftaran Online Program Mudik Gratis 2025, Catat Tanggalnya!
Ia juga menegaskan, tanah PSN tidak boleh digunakan untuk perumahan, serta bahwa PIK 2 sendiri bukan bagian dari PSN, karena lahan PSN sebelumnya adalah tanah Perhutani yang kini dikelola swasta sesuai Perpres 2024.
Setelah mendapat penjelasan langsung, Kiai Abdul Rozak menyatakan dukungannya terhadap proyek ini. Ia mengaku awalnya bersikap kritis, namun setelah melihat fakta di lapangan, ia berubah pandangan.
"Saya selalu kritis terhadap suatu kebijakan, tetapi setelah melihat bukti dan mendengar langsung, saya mendukung pembangunan ini. Yang penting, kita berbicara berdasarkan data dan fakta," ujar Kiai Rozak, dikutip pada Kamis (6/3/2025).
Senada, Kiai Alawi Nur Alam juga menyatakan bahwa kunjungan ini memberikan pencerahan terhadap berbagai berita simpang siur yang selama ini beredar di masyarakat.
"Banyak isu yang berkembang, tetapi setelah melihat langsung, asumsi kami berubah. Kami kini memahami bahwa proyek ini bertujuan baik dan tidak seperti yang selama ini dikhawatirkan," kata Kiai Alawi.
Ia bahkan berharap konsep pembangunan hijau seperti ini dapat diadopsi di berbagai wilayah lain di Indonesia, terutama di kawasan sepanjang Pantura, Rembang, dan Sumedang.
PIK 2 merupakan kawasan pengembangan baru di sebelah utara Jakarta yang dikelola oleh Agung Sedayu Group dan Salim Group.
PIK 2 dirancang sebagai kota modern berbasis lingkungan dengan konsep waterfront city, yang mengusung keberlanjutan ekologi dalam setiap aspek pembangunannya.
Berbeda dari PIK 1 yang lebih banyak berisi properti hunian mewah, PIK 2 dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung seperti hutan kota, area konservasi, wisata bahari, serta pusat bisnis dan komersial yang ramah lingkungan.
Kawasan ini juga memiliki infrastruktur modern yang terintegrasi, termasuk akses langsung ke jalan tol dan transportasi publik.
Baca Juga: PAN Siap Setia Dukung Presiden Prabowo Sampai Pilpres 2029
Dengan adanya klarifikasi dari manajemen proyek serta dukungan para ulama setelah kunjungan langsung, diharapkan masyarakat dapat memahami lebih jelas tujuan pembangunan PSN PIK 2 dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










