Mahasiswa Universitas Tidar Gelar Demonstrasi, Tuntut Transparansi dan Pencopotan Kepala Prodi

AKURAT.CO Ratusan mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang menggelar aksi demonstrasi di lingkungan kampus pada Senin (17/2/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan ketidakadilan yang terjadi di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian.
Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa tidak hanya berorasi, tetapi juga membawa sebuah keranda yang melambangkan "kematian hati nurani" universitas dalam merespons keluhan mereka. Simbol ini mencerminkan kekecewaan mahasiswa terhadap kampus yang dianggap abai dalam menyelesaikan permasalahan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Baca Juga: Untidar Magelang Dapat Kuota 300 Mahasiswa Bidikmisi
Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah pencopotan Kepala Prodi Agroteknologi yang dinilai bertindak sewenang-wenang terhadap mahasiswa. Selain itu, ia juga diduga menyelewengkan dana praktikum, yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswa.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, Naufal Nur Syabani, menegaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi dari berbagai keluhan mahasiswa yang tidak pernah mendapat respons serius dari pihak kampus. Ia menyebut bahwa persoalan ini sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade dan telah merugikan banyak mahasiswa.
"Masalah ini sudah terjadi selama 10 tahun, banyak mahasiswa yang menjadi korban dan terus menyuarakan keluhan mereka, tetapi tidak ada penyelesaian yang jelas," ujar Naufal pada Senin (17/2/2025).
Baca Juga: Mesin Pemipih Adonan Pidapuring Dibuat Mahasiswa UNTIDAR
Lebih lanjut, mahasiswa yang tergabung dalam demonstrasi ini menuntut adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran praktikum lapangan di Prodi Agroteknologi. Mereka menduga bahwa selama ini dana yang seharusnya dialokasikan untuk kegiatan akademik tidak dikelola dengan baik, sehingga merugikan mahasiswa.
Oleh karena itu, mereka mendesak pihak universitas untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan penjelasan terbuka mengenai aliran dana tersebut.
Aksi protes ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Pertanian, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai fakultas lainnya di Universitas Tidar. Mereka berharap bahwa dengan adanya tekanan dari mahasiswa, pihak kampus segera mengambil langkah konkret untuk menuntaskan masalah ini dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih transparan serta berkeadilan.
Demonstrasi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran mahasiswa akan hak-hak mereka sebagai bagian dari institusi pendidikan. Mereka bertekad untuk terus menyuarakan aspirasi mereka hingga mendapatkan kejelasan dan keadilan dari pihak universitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









