Miss Earth 2019 Lirabica Soroti Kasus Penyiksaan Kucing di Bandung

AKURAT.CO Finalis Miss Earth 2019, Lirabica, menyoroti kejadian viral di media sosial terkait penyiksaan kucing yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial SK di Bandung, Jawa Barat.
Pria tersebut awalnya disebut bekerja sebagai satuan pengamanan (Satpam) di Yayasan Anugerah Insan Residivist, namun pihak yayasan membantah keterlibatannya.
SK diketahui menembak seekor kucing, dan aksinya tersebut direkam serta diunggah di media sosial oleh beberapa saksi mata.
Kejadian ini kemudian menjadi perhatian publik, termasuk komunitas pecinta hewan dan rumah singgah CLOW.
SK sempat ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Polsek Panyileukan.
Baca Juga: Nikita Mirzani: Tuhan Gerakkan Laura Meizani untuk Mengakui Semuanya
“Kejadian ini viral setelah diunggah oleh beberapa saksi mata melalui media sosial dan juga rumah singgah CLOW,” ujar Lirabica, Jumat (14/2/2025).
Menurut Lirabica, tindakan tersebut mencoreng citra yayasan serta menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, terutama komunitas pecinta hewan.
“Saya bersama tim dan seluruh pecinta hewan di Indonesia tidak akan tinggal diam terhadap kezaliman terhadap makhluk Allah, terutama kucing. Indonesia adalah negara yang bermartabat dan berempati. Presiden kita adalah sosok yang sangat mulia dan peduli terhadap kesejahteraan hewan. Jangan ada yang coba-coba berbuat kejahatan terhadap makhluk yang lemah,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Anugerah Insan Residivist, Acil, menegaskan, SK bukan bagian dari yayasan.
Menurutnya, SK hanya meminjam seragam dari seorang temannya bernama Iyud saat melakukan aksinya.
“Iyud adalah pemilik seragamnya, dan kemarin seragam itu dipakai oleh pelaku untuk melakukan tindakan kriminal,” jelas Acil dalam unggahan akun Instagram rumahsinggahclow.
Acil menambahkan, Yayasan Anugerah Insan Residivist tidak mentoleransi tindakan yang melanggar hukum dan akan menindak tegas siapa pun yang menyalahgunakan seragam yayasan.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Resmi Rilis Album Solo Baru 'AMORTAGE'
Sementara itu, SK telah menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya dan mengklarifikasi bahwa ia bukan bagian dari yayasan tersebut.
“Dengan ini saya meminta maaf sebesar-besarnya. Saya juga ingin menegaskan bahwa saya bukan anggota atau pekerja yayasan. Seragam yang saya kenakan saat kejadian itu saya pinjam dari teman,” ujar SK.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, terutama komunitas pecinta hewan, yang berharap ada tindakan tegas terhadap pelaku penyiksaan terhadap hewan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










