Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Terus Dievakuasi

AKURAT.CO Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Gabungan terus melakukan evakuasi korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Supriyanto Ridwan, mengatakan, hingga Senin (11/11/2024) siang, Tim SAR gabungan telah melakukan evakuasi 66 warga Desa Boganatar, Kecamatan Talibura, yang sebelumnya mengungsi di sekolah, menuju Posko Pengungsian Kobasoma.
Tim juga telah mengevakuasi ratusan warga Desa Hikong menuju Posko Pengungsian Kobasoma.
Menurut Supriyanto, Tim SAR Gabungan akan terus mengambil aksi cepat apabila menerima permintaan evakuasi.
Pasalnya, fakta di lapangan, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih tergolong fluktuatif.
Baca Juga: Asal-Usul Sejarah Hari Ayah yang Diperingati pada 12 November dan Cara Merayakannya
Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Flores Timur, hingga 10 November 2024 pukul 20.00 Wita, terdapat sebanyak 12.288 warga yang mengungsi.
Para pengungsi tersebar di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Titehena sebanyak 6.375 jiwa, Kecamatan Wulanggitang 1.236 jiwa, Kecamatan Ile Bura 127 jiwa, Kecamatan Demon Pagong 302 jiwa, Kecamatan Larantuka 365 jiwa, Kecamatan Ile Mandiri dan Lewolema 46 jiwa, Pulau Adonara 12 jiwa.
"Dan di Kabupaten Sikka sebanyak 3.835 jiwa," kata Supriyanto, melalui keterangan yang diteima di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terus terjadi.
Berdasarkan laporan Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, erupsi terakhir terjadi pada Senin pukul 07.36 Wita dengan ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 2.000 meter di puncak gunung.
Baca Juga: 8 Tim Regional Surabaya dan Solo Lolos Grand Finale Meet the World With SKF
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








