Akurat

Rumah Dosen STAINI Parung Bogor Dirampok, Motor PCX dan Handphone Raib

Eko Krisyanto | 25 September 2024, 14:03 WIB
Rumah Dosen STAINI Parung Bogor Dirampok, Motor PCX dan Handphone Raib

AKURAT.CO Pada Sabtu (21/9/2024) telah terjadi perampokan di rumah salah satu Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor, Rahmad Lubis.

Peristiwa itu terjadi pukul 03.00 WIB di rumah korban di Jl. Sekolah YAPIA RT 003 RW 04  Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut keterangan korban, kejadian itu bermula ketika dirinya dan sang istri merasa heran dengan pintu dan jendela rumah yang sudah terbuka.

"Awalnya yang tahu istri saya, dia terkejut ketika bangun tidur sekitar jam 03.30 WIB melihat pintu dan jendela dalam keadaan sudah terbuka," kata Dosen bidang Hukum Tata Negara STAINI Parung Bogor kepada Akurat.co, Rabu (25/9/2024).

Baca Juga: Polsek Cipayung Kirimkan Buser Dalami Kasus Perampokan dengan Modus Hipnotis di Pondok Ranggon

Mengetahui hal tersebut, lanjut Rahmad menjelaskan, sang istri langsung membangunkan dirinya yang sedang tertidur di salah satu ruangan rumah dan menanyakan kenapa pintu dan jendela dibiarkan terbuka.

Tidak lama kemudian ia melihat sekitar ruangan dan ternyata satu unit sepeda motor PCX dan handphone yang ada di dalam rumah raib.

"Saya baru menyadari ketika melihat bagian rumah dan kendaraan motor serta HP tidak ada bahwa telah terjadi aksi perampokan di rumah saya," kata pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Setelah menyadari hal itu, korban kemudian menyusuri sekeliling rumah dan menemukan benda-benda yang diduga digunakan oleh pelaku dalam melakukan aksinya, yaitu satu batang balok ukuran 2,5 meter yang diduga dijadikan sebagai alat untuk mencelakai korban bila ada perlawanan darinya.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan kepada pihak kepolisian setempat berdasarkan surat Laporan Polisi Nomor 335/STPL/IX/2024SEK Gunung Sindur.

Korban dan keluarga saat ini mengalami trauma, mengingat rumah yang menjadi lokasi perampokan merupakan tempat tinggal sehari-hari korban dan keluarganya, yang diantaranya adalah dua anak yang masih di bawah umur.

Sebelumnya, korban juga mendapatkan informasi bahwa ada beberapa rumah di lingkungan RT 003 RW 04 Desa Cidokom yang juga mengalami perampokan yang sama dengan modus operandi yang sama juga. Kejadian tersebut, menurutnya, terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. 

Baca Juga: Atilla Syach Jalani BAP di Polres Bogor, Anak Berhasil Kabur Dari Orang Tak Dikenal

Korban sangat berharap, kejadian perampokan di rumah korban dan juga di lingkungan rumah korban dapat menjadi atensi yang serius bagi pihak aparat Kepolisian Republik Indonesia Cq Polres Bogor dan Polesek Gunung Sindur untuk menangkap pelaku sesegera mungkin karena sudah sangat meresahkan masyarakat. 

"Kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Bogor dan Polesek Gunung Sindur," pinta Rahmad.

Terlebih menurutnya, belum lama ini telah terjadi kejadian perampokan yang sampai menewaskan satu orang yang terjadi di Pamijahan Bogor, yang juga merupakan wilayah hukum kepolisian resort Bogor, sama dengan wilayah hukum kejadian di rumah kediaman korban. 

Ia juga meminta, pihak kepolisian harus segera bertindak dan responsif terhadap adanya perilaku-perilaku kejahatan seperti ini. Jangan sampai ada nyawa melayang, kepolisian baru bertindak. 

"Selain itu juga harus ada upaya-upaya preventif agar keamanan dan ketertiban di wilayah hukum kepolisian resort Bogor lebih terjamin," pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Lufaefi
Editor
Lufaefi