Akurat

718 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Mamuju

Mukodah | 15 Agustus 2024, 10:17 WIB
718 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Mamuju

AKURAT.CO Banjir melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, akibat luapan Sungai Kali Mamuju, yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (13/8/2024).

Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Mamuju, banjir terjadi pukul 15.30 WITA dengan tinggi muka air mencapai 80 centimeter.

Banjir merendam wilayah Kelurahan Mamunyu, Binanga dan Desa Bambu di Kecamatan Mamuju.

"Korban jiwa dilaporkan sebanyak 718 kepala keluarga terdampak. Untuk sarana dan prasarana, kerugian materil meliputi 717 unit rumah terdampak, satu unit rumah rusak berat, satu ruas jalan terputus dan satu jembatan gantung terancam putus," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui keterangan resmi, Kamis (15/8/2024).

Baca Juga: WHO Nyatakan Penyakit Mpox sebagai Darurat Kesehatan

Upaya penanggulangan bencana dilakukan oleh BPBD Kabupaten Mamuju bersama pihak kecamatan, TNI, Polri dan masyarakat melakukan pendataan dan evakuasi warga terdampak.

"Kondisi terkini banjir berangsur surut. Namun, akses jalan lingkungan So'do masih dalam perbaikan dan belum dapat dilalui," kata Abdul Muhari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Mamuju masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

Dengan cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi cuaca secara berkala, terutama bagi mereka yang berada di daerah rawan banjir.

Baca Juga: Ingrid Kansil: Penggunaan Jilbab Jadi Hak yang Dijamin UUD 45

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang diperkirakan.

Masyarakat yang berada di daerah rawan banjir diharapkan untuk memantau informasi cuaca secara berkala, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila diperlukan.

"Selain itu, BNPB juga mengimbau agar masyarakat mengikuti arahan dari petugas di lapangan dan tidak mendekati lokasi jembatan atau jalan yang rusak demi keselamatan," ujar Abdul Muhari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK