970 KK Sempat Terisolir Akibat Tanah Longsor di Polewali Mandar, Pembersihan Material Dikebut

AKURAT.CO Curah hujan tinggi dalam durasi panjang memicu terjadinya tanah longsor di Kecamatan Tu'ubi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Rabu (12/6/2024).
"Hasil kaji cepat sementara, lokasi kejadian tersebut terbagi di tujuh titik yang merupakan jalan penghubung antardesa, sehingga menyebabkan 970 kepala keluarga (KK) sempat terisolir," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui keterangan resmi, Jumat (20/6/2024).
Adapun, lokasi pertama adalah tiga titik di jalan penghubung Desa Pririangan Tapiko menuju Desa Besoangin yang tertimbun material longsor dengan panjang sekitar 40 meter.
Lokasi kedua, satu titik jalan penghubung Desa Besoangin Utara menuju Desa Ratte yang tertimbun longsor sepanjang 20 meter.
Kemudian tiga titik di dalam wilayah Desa Besoangin Utara dengan panjang tutupan material longsor kurang lebih 50 meter.
Dari beberapa lokasi tersebut, akses jalan dari Desa Piriangan Tapiko menuju Desa Besoangin Utara dan Desa Ratte mengalami kerusakan dalam kategori rusak berat.
Di sejumlah lokasi itu sebelumnya sempat tidak dapat dilalui segala jenis kendaraan darat.
Pemkab Polewali Mandar telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari sejak tanggal 13 Juni 2024.
Sepekan sudah penanganan dilakukan, jalan penghubung desa akhirnya mulai dapat diakses kembali.
Hal itu tak luput dari jerih payah upaya swadaya masyarakat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar, TNI, Polri dan relawan.
Hingga Kamis (20/6/2024), Dinas Pekerjaan Umum belum dapat mengirim alat berat, mengingat kondisi medan yang cukup sulit dijangkau.
Kendati demikian, alat berat jenis eskavator milik Dinas PU akan tetap didorong untuk proses pembersihan lanjutan material longsor.
"Tim gabungan tersebut juga melakukan cutting pada tebing di sepanjang jalan penghubung desa yang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi dan dapat menjadi ancaman bagi para pengguna jalan," ujar Abdul Muhari.
Baca Juga: Anjuran Meminta Doa pada Orang yang Selesai Melaksanakan Ibadah Haji
Sebagai antisipasi dan kesiapsiagaan ke depannya, TNI dan Polri bersama perangkat desa melakukan patroli pengamanan jalan untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang melalui jalur terdampak.
Di samping itu, BPBD Polewali Mandar juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Polewali Mandar sampai Sabtu (22/6/2024).
Dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca tersebut, Pemkab Polewali Mandar bersama masyarakat diimbau meningkatkan sinergi kesiapsiagaan, sebagai langkah antisipatif potensi bencana susulan.
Bagi masyarakat yang tinggal di lereng tebing agar melakukan evakuasi mandiri sementara jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lebih dari satu jam. Pemantauan tebing dan patroli keamanan lintas jalur rawan agar dilakukan secara berkala.
"Di samping itu, selalu perbarui perkembangan cuaca terbaru dari BMKG, BPBD dan instansi lainnya sebagai referensi utama pengambilan keputusan terkait upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat," jelas Abdul Muhari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









