Pulau Sumatera Dua Hari Mati Listrik, DPR Desak PLN Perbaiki Manajemen dan Evaluasi

AKURAT.CO DPR RI turut menyoroti masalah pemadaman listrik hampir di seluruh wilayah Pulau Sumatera, selama lebih dari dua hari kemarin.
Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, mendesak Perusahaan Listrik Negara (PLN), segera menyelesaikan masalah pemadaman listrik tersebut. Menurutnya, PLN tidak bisa lagi menyalahkan faktor alam atau faktor orang lain.
“Perusahaan profesional seharusnya mengambil langkah taktis dengan segera. Tidak berlarut-larut sampai saat ini dan merugikan masyarakat,” kata Eddy kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Baca Juga: Patut Ditiru, Eddy Soeparno Sumbangkan Gajinya Buat Rakyat Terdampak Pandemi Covid-19
Eddy yang juga Sekretaris Jenderal PAN ini menilai, manajemen PLN seharusnya mempunyai manajemen risiko yang taktis ketika menghadapi masalah dengan gardu atau pembangkit listriknya.
“Seharusnya pemadaman yang terjadi di Jakarta beberapa tahun lalu adalah evaluasi bagi PLN agar tidak terulang lagi. Tapi kenapa di Sumatera pemadaman terus terjadi berhari-hari seperti ini? Saya pikir PLN perlu penguatan di tim penanganan gangguan atau kedaruratan,” lanjut Eddy.
Karena itu, dia mendesak PLN untuk melakukan audit investigasi penyebab pemadaman ini dan memberikan sanksi pada mereka yang melakukan kelalaian dan menyebabkan pemadaman berlarut.
“Harus ada investigasi dan perbaikan manajemen PLN. Kenapa gangguan listrik tidak bisa ditangani sampai berlarut-larut seperti ini. Saya juga mengimbau agar PLN transparan dan proaktif memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang permasalahan yang terjadi dan upaya penanggulangan yang dilaksanakan,” bebernya.
Baca Juga: PLN Perpanjang Kerja Sama dengan WRI Indonesia Tingkatkan Energi Terbarukan
Dia pun menyarankan PLN untuk memerbaiki emergency response unit serta komunikasi publik di PLN.
“Bayangkan kalau kejadian ini terjadi lagi di tempat lain dan ternyata PLN juga tidak mampu mengatasi dalam waktu singkat. Masyarakat lagi-lagi dirugikan. Karena itu harus ada perbaikan emergency response unit dan komunikasi publik di PLN,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 8Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







