Akurat

Mentan Minta Harga Jagung di Tingkat Petani Dapat Dijaga

Mukodah | 30 Mei 2024, 11:37 WIB
Mentan Minta Harga Jagung di Tingkat Petani Dapat Dijaga

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta harga jagung di tingkat petani dapat dijaga dengan baik.

Dia menginginkan kesejahteraan petani meningkat melalui produksi yang terus dilakukan.

Karena itu, Mentan meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera melakukan penyerapan dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) di atas Rp5.000.

"Kami sudah minta Bulog agar menyerap dengan HPP di atas Rp5.000 ribu per kilo. Jadi tolong Bulog segera bergerak," kata Mentan saat melepas ekspor perdana komoditas jagung ke Filipina di Provinsi Gorontalo pada Rabu (29/5/2024).

Baca Juga: Mentan Gandeng Himpuni Guna Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan berharap, baik para pengusaha maupun pemerintah daerah tetap melakukan pendampingan terhadap petani jagung yang saat ini tengah panen raya, sehingga harga jagung di tingkat petani tidak jatuh ke titik yang memprihatinkan.

"Tolong jangan biarkan petani jalan sendirian. Harga Rp3.800 itu di bawah HPP. HPP kita adalah Rp5.000 sekarang. Artinya kita jangan menzalimi petani kita. Kita sendiri sengaja ingin menzalimi dan membiarkan pangan kita impor. Itu secara tidak langsung zalim terhadap petani," jelasnya.

Mengenai hal ini, Mentan berterima kasih kepada para pengusaha yang terus melakukan pembelian jagung untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

Dia berharap pengusaha-pengusaha lain juga melakukan hal serupa di seluruh Indonesia.

"Terima kasih kepada para pengusaha yang telah mewakili pemerintah, mengharumkan nama Indonesia di mata dunia melalui ekspor," katanya.

Baca Juga: Ekspor 50 Ribu Ton Jagung Gorontalo ke Filipina, Mentan Ingin Petani Sejahtera

Dalam kesempatan tersebut Mentan melepas ekspor perdana komoditas jagung sebanyak 50.000 ton menuju Filipina.

Selain itu, Mentan juga mengirim jagung untuk pasar domestik di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan volume ekspor dan juga meningkatkan produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo.

"Ini luar biasa karena lima bulan lalu kita impor 250 ribu ton tetapi hari ini kita mengekspor ke Filipina 50 ribu ton. Ini adalah kebangkitan kita di sektor pangan khususnya jagung, dan bahkan mereka telah mengirim ke beberapa daerah sebanyak 264 ribu ton," jelasnya.

Mentan menargetkan Gorontalo menjadi provinsi percontohan keberhasilan daerah dalam meningkatkan produksi pangan secara cepat.

Baca Juga: Mentan Ingatkan Distributor dan Pengecer Pupuk: Jangan Persulit Urusan Pangan

Dia menargetkan tahun depan Gorontalo mampu mencapai produksi jagung di atas 2 juta ton dari saat ini yang sebesar 1,5 juta ton.

"Oleh karena itu, kami beri bantuan benih 100 ribu hektare untuk Provinsi Gorontalo. Insya Allah tahun depan Gorontalo mencapai target di atas dua juta ton. Aku yakin pasti bisa karena orang Gorontalo sangat hebat. Saya juga mengapresiasi Gorontalo yang telah membuka wajah kita di mata internasional dari impor ke ekspor," Mentan menerangkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK