Akurat

Jadi Lumbung Pangan Nasional, Ada Indikasi Monopoli Jika Beras Langka di Lampung

Rizky Dewantara | 16 Februari 2024, 11:31 WIB
Jadi Lumbung Pangan Nasional, Ada Indikasi Monopoli Jika Beras Langka di Lampung

AKURAT.CO Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menduga ada indikasi monopoli beras kalau ada kelangkaan beras di Provinsi Lampung. Mengingat, Provinsi Lampung termasuk lumbung pangan penghasil beras nasional.

"Jadi tidak hanya kebutuhan Lampung bahkan kebutuhan DKI Jakarta kita penuhi 40 persen. Kalau di lumbung pangan ini berasnya langka ini yang harus dipertanyakan kenapa," ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Bandarlampung, dikutip Antara, Jumat (16/2/2024).

Baca Juga: Jokowi: Tak Ada Bantuan Beras di Negara Lain Seperti Indonesia

Dia menilai, bila ada kelangkaan di pasaran dimungkinkan ada indikasi monopoli beras yang terjadi.

"Kalau ada kelangkaan pasti ada yang tidak baik dalam proses ketersediaan, dan kemungkinan ada monopoli yang tidak menguntungkan. Saat ini kami pelajari terlebih dahulu mengenai ini, sebab kita punya aturan bahwa beras ini masuk dalam kedaulatan pangan jadi harus tersedia," katanya.

Untuk menyikapi adanya isu kelangkaan beras di tengah masyarakat, maka pemerintah daerah bersama Bank Indonesia (BI) melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional di Kota Bandarlampung.

"Hari ini kami memantau ke pasar-pasar tradisional dalam rangka menyikapi ketersediaan beras yang di sinyalir ada kelangkaan, ternyata beras masih tersedia di pasar," ucapnya.

Dengan adanya pemantauan langsung ke pasar tradisional diharapkan dapat menjadi salah satu langkah menjaga ketersediaan pangan terutama menjelang Ramadhan.

"Wajib hukumnya beras sebagai pangan utama tersedia untuk konsumsi masyarakat, kalau gabah memang aturannya tidak boleh keluar. Yang pasti untuk indikasi monopoli akan kami pelajari untuk mengambil langkah selanjutnya," tambahnya.

Baca Juga: Dampingi Presiden Jokowi di PIBC, Mendag Zulhas: Pasokan Beras Dipastikan Melimpah dan Siap Didistribusikan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung pada 2023, luas panen padi diperkirakan sebesar 532,77 ribu hektare mengalami kenaikan sebanyak 14,52 ribu hektare atau 2,80 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 518,26 ribu hektare.

Dengan produksi padi sekitar 2,73 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 40,62 ribu ton GKG atau 1,51 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 2,69 juta ton GKG.

Sedangkan bila di konversikan menjadi beras untuk dikonsumsi maka produksi beras pada 2023 diperkirakan sebesar 1,57 juta ton, naik 23,35 ribu ton atau 1,51 persen dibandingkan produksi beras di 2022 sebesar 1,55 juta ton.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.