Jadi Momentum Kebangkitan Budayawan, Dinasti Nusantara Adakan Silaturahmi Bersama Pemangku Adat Di Magelang

AKURAT.CO Dinasti Nusantara Jawa Tengah kembali melanjutkan agenda silaturahminya bersama sejumlah pemangku adat, tokoh masyarakat dan budayawan di Omah Mbudur, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/11/2023).
Perkumpulan tersebut sekaligus menjadi wadah dan diskusi antartokoh dalam menyampaikan gagasan dan upayanya dalam memperkuat eksistensi adat budaya Indonesia, sekaligus menyampaikan visi dan misi Ganjar-Mahfud sebagai presiden dan komitmennya terhadap adat istiadat dan budaya di Indonesia.
Korwil Dinasti Nusantara Jawa Tengah, KPH Metarum Hanyokrowati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai momentum kebangkitan budayawan di seluruh daerah di Indonesia.
"Ini momentum yang tepat untuk kebangkitan budayawan bahwa saat ini kita membutuhkan pemimpin yang peduli dengam kondisi budaya yang hampir terdegradasi, maka, kita bangkitkan kembali lewat Dinasti Nusantara," ungkap KPH Metarum.
Dirinya berharap agar kelak apabila Ganjar terpilih sebagai presiden mampu menempatkan adat dan budaya pada posisi strategis dalam menentukan arah bangsa ke ke depan.
Sebab menurutnya, Indonesia merdeka tidak terlepas dari peran leluhur dan kerajaan yang sudah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka.
"Kami berharap pak Ganjar bisa menempatkan bahwa adat dan budaya sebagai tonggak pendiri NKRI karena dalam sejarahnya kerajaan ini lah yang mendirikan NKRI yang berdiri seberi sebelum Indonesia merdeka," lanjut KPH Metarum.
Dirinya bersedia mendukung Ganjar-Mahfud karena dirinya yakin bahwa kesua pasangan tersebut mampu meletakkan dasar dan memberi porsi terbaik kepada masyarakat adat dan budayawan di Indonesia.
"Itu alasan mengapa kita ingin menjadikan beliau sebagai Presiden karena beliau salah satu sosok yang hadir dan mau berkomitmen untuk memberi perhatian terhadap masyarakat adat dan budayawan," pungkasnya.
Senada dengan KPH Metarum, Tokoh Masyarakat sekaligus Pendiri Omah Mbudur, Ki Hajar Singo Dikoro menghimbau agar Ganjar-Mahfud mampu menjadi presiden dan wakil yang selalu menanamkan nilai sejarah leluhurnya dan jati diri yang melahirkan bangsa saat ini.
Menurutnya, ada tiga prinsip sebuah bangsa akan hancur, yakni hilangkan nilai-nilai budaya leluhur, jauhkan generasi dengan nilai budi pekerti dan terakhir hancurkan penilaian dari leluhur.
Baca Juga: Daftar Harga Oli Mesin Mobil Terbaru November 2023, Termurah Rp48 Ribu Per Liter
"Tentu kita tidak ingin hal tersebut terjadi, sehingga kami berharap kepada pak Ganjar agar adat budaya untuk tetap eksis keberadaanya," kata Ki Hajar.
"Titip pesan ke pak Ganjar supaya nanti kalau menjadi presiden jangan lupa akar budaya bangsa ini yang selalu harus di lestarikan menjadi nilai dan warisan leluhur untuk budaya tutur ke anak cucu kita," tutup Ki Hajar.
Kondisi Budaya yang Hampir Terdegradasi, Dinasti Nusantara Tegaskan Butuh Pemimpin Seperti Ganjar
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah-Korwil Dinasti Nusantara Jawa Tengah, KPH Metarum Hanyokrowati menyambut baik kedatangan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pemangku adat di dalam acara Silaturahmi Dinasti Nusantara di Omah Mbudur, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
"Hari ini kami hadir dari berbagai unsur dan mewakili wilayahnya masing-masing, seperti dari Jawa Barat dan Jawa Timur salah satunya," buka KPH Metarum.
Menurutnya, pertemuan tersebut sebagai momentum yang tepat untuk kebangkitan budayawan yang saat ini kita membutuhkan pemimpin yang peduli dengan kondisi budaya yang hampir terdegradasi, maka, kita bangkitkan kembali lewat Dinasti Nusantara dalam menggelorakan dukungan Ganjar Pranowo sebagai presiden dari kalangan para pemangku adat, keturunan raja dan budayawan.
"Kami mendukung pak Ganjar supaya bisa jadi Presiden supaya bisa meletakkan dasar dan memberi porsi terbaik kepada teman-teman adat dan budayawan," lanjutnya.
Lanjutnya, pemerintah saat ini belum optimal untuk melibatkan peran dari para masyarakat adat maupun budayawan dalam memperkuat ketahanan budaya di Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Akan Terbang Ke Mesir Muluskan Bantuan Untuk Gaza
"Selama ini pemerintah hanya memberi porsi sebatas karnaval, menggunakan pakaian adat dan lain sebagainya. Bukan begitu, kita ini harus diberikan suara di dalam demokrasi, kami harap bisa diberikan hak terbaik karena negara ini lahir karena kerajaan yang urun rembug mendirikan sebuah negara," lanjutnya.
Dengan dukungan terhadap Ganjar, KPH Metarum berharap agar Ganjar bisa menempatkan adat dan budaya sebagai tonggak pendiri NKRI karena dalam sejarahnya kerajaan-kerajaan dahulu lah yang meberkontribusi atas didirikannya NKRI jauh sebelum Indonesia merdeka.
"Itu alasan mengapa kita ingin menjadikan beliau sebagai Presiden karena beliau salah satu sosok yang hadir dan mau berkomitmen untuk memberi perhatian terhadap masyarakat adat dan budayawan," pungkasnya.
Selain silaturahmi bersama seluruh masyarakat, tokoh adat dan budayawan dilakukan penyematan gelar Kekancingan Mangkualaman terhadap sejumlah individu dan budayawan setempat, sekaligus hiburan rakyat pentas seni wayang kulit.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa






