Akurat

Jelang PTM, Toko Seragam Sekolah Diserbu Orang Tua Siswa

Tim Redaksi | 5 September 2021, 20:03 WIB
Jelang PTM, Toko Seragam Sekolah Diserbu Orang Tua Siswa

AKURAT.CO, Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas membawa berkah bagi penjual seragam sekolah. Toko mereka ramai pembeli, seperti terlihat di toko seragam sekolah di sekitar Plaza Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Toko seragam sekolah diserbu pembeli pasca Pemkot Tangsel menetapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada 6 September untuk jenjang SMP dan 13 September untuk jenjang SD serta Paud/TK.

Sejumlah pegawai di beberapa toko seragam sekolah terlihat kewalahan melayani pembeli. Banyak pula orang tua harus mengantri terlebih dahulu untuk bisa membeli seragam sekolah anaknya.

"Hari ini dari pagi sudah ramai. Alhamdulillah. Ya mungkin karena mau masuk sekolah kali yah. Sebelum-sebelumnya sih enggak kaya gini, karena pandemi juga kali yah," kata Rahmat, seorang pegawai Toko Asra, kepada waratawan, Minggu (5/9/2021).

Mayoritas pembeli mencari seragam untuk jenjang SD hingga SMP.

"Rata sih, ada yang beli seragam merah putih dan putih biru," ucapnya.

Soal harga, Rahmat mengatakan masih menggunakan harga lama. Membludaknya pembeli tidak digunakan untuk menaikan harga.

"Harga lama, masih sama. Enggak naik," ujar Rahmat.

Nadia, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja berburu seragam sekolah anaknya karena yang ada sudah tidak muat. Selama dua tahun anaknya menjalani pembelajaran jarak jauh.

"Seragamnya sudah enggak muat, makanya cari seragam baru," tutur Nadia.

Nadia juga berterima kasih kepada pemerintah karena telah membuka pembelajaran tatap muka meski masih terbatas.

"Alhamdulillah juga sudah tatap muka. Tapi saya harap, sekolah bisa menjaga betul-betul protokol kesehatan, karena selama dua tahun PJJ, anak saya selalu jaga betul-betul. Dan selalu saya ingatkan pakai masker dan selalu gunakan hand sanitizer atau cuci tangan," demikian ucap Nadia.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.