AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjamin telur nyamuk ber-Wolbachia yang disebar di 23 ribu titik dalam rangka pengendalian demam berdarah dengue melalui program "Si Wolly Nyaman" tidak berbahaya dan aman bagi masyarakat.
"Telur-telur nyamuk ber-Wolbachia dalam ember yang disebar di masyarakat tersebut aman dan tidak akan menyebarkan DBD, karena ini memang tujuannya untuk penanggulangan DBD," kata Kepela Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Senin, (24/5/2021).
Menurut dia, memang ada beberapa wilayah yang menolak di lingkungannya diletakkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia tersebut, karena ada kekhawatiran justru akan menularkan virus DBD di masyarakat.
"Kami pastikan ini aman, kami juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program pengendalian DBD dengan Si Wolly Nyaman ini," katanya.
Ia mengatakan, program pengendalian DBD dengan menerapkan teknologi nyamuk ber-Wolbachia (Si Wolly Nyaman) yang telah diluncurkan pada 21 Mei tersebut merupakan kerja sama dengan World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, serta didukung oleh Yayasan Tahija.
"Dalam pelaksanaan program tersebut dimulai sejak awal penelitian WMP Yogyakarta, ditandai pelepasan nyamuk skala kecil di Dusun Kronggahan dan Nogotirto pada 2014," katanya.
Ia mengatakan, dari hasil penelitian tersebut, didapatkan keberhasilan dengan efikasi 77 persen dalam upaya pengendalian DBD.
"Implementasi program tersebut melalui sejumlah tahapan meliputi pelatihan, sosialisasi, pendataan orang tua asuh, penitipan ember yang berisi telur nyamuk ber-Wolbachia pada orang tua asuh, monitoring populasi nyamuk, hingga penarikan ember telur," katanya.
Joko mengatakan ada sebanyak 22.323 lokasi di wilayah Sleman yang akan menjadi tempat peletakan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia.
"Kegiatan peletakan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia di Kabupaten Sleman dimulai Mei hingga November 2021, dan dilakukan dengan kerja sama antara kader kesehatan dan staf WMP Yogyakarta," katanya.
Ia mengatakan, pelaksanaan program ini perlu dukungan dari masyarakat, agar upaya pengendalian ini dapat berjalan optimal.
"Setelah soft launching program pada 16 Februari 2021, tahapan program meliputi pelatihan, sosialisasi, pendataan orang tua asuh, penitipan ember yang berisi telur nyamuk ber-Wolbachia pada orang tua asuh, monitoring populasi nyamuk, hingga penarikan ember telur," katanya.
Khusus bagi orang tua asuh ember telur nyamuk ber-Wolbachia, baik yang berada di permukiman maupun berada di perkantoran atau fasilitas umum, agar dapat selalu memantau kondisi ember yang dititipkan, agar tetap aman, tidak tumpah, dan tidak sampai hilang. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK





