Akurat

Pemprov Jakarta Perkuat Tameng Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri

Okto Rizki Alpino | 12 Februari 2026, 09:34 WIB
Pemprov Jakarta Perkuat Tameng Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta memastikan stok dan harga kebutuhan pokok tetap aman menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan, tiga BUMD pangan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di tengah lonjakan konsumsi.

"Jakarta ini menjadi pusat aktivitas, saat hari besar, konsumsi meningkat. Karena itu, pemprov harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat benar-benar tersedia dan harga tetap terkendali," ujarnya, dalam Balkoters Talk bertajuk "Kesiapan Tiga BUMD Pangan Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026" di Balai Kota, Rabu (11/2/2026).

Uus menekankan, BUMD pangan berfungsi sebagai tameng untuk mengantisipasi gejolak pasokan dan harga. Ia tidak ingin ada lonjakan mendadak ketika Ramadan tiba.

"BUMD pangan ini menjadi salah satu tameng kita dalam mengendalikan kebutuhan pokok warga. Jangan sampai ada kagetan ketika Ramadan atau Idulfitri tiba. Tidak ada alasan kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi," jelasnya.

Selain bahan pangan, pemprov juga memantau pasokan LPG ukuran 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kecil.

"LPG tiga kilogram ini kebutuhan penting bagi masyarakat kecil. Kami pantau terus agar pasokan aman dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga," ujar Uus.

Baca Juga: Pasar Murah di Jakarta Akan Lebih Banyak Tahun Ini, Digelar 500 Kali Selama Ramadan

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,21 persen melampaui angka nasional menjadi sinyal positif sekaligus tantangan.

"Ini menjadi pertanda bahwa Pemprov Jakarta serius mengendalikan pertumbuhan ekonomi di Jakarta," pungkas Uus.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, memastikan distribusi daging sapi tetap terkendali saat Ramadan dan Idulfitri.

"Alhamdulillah, saat ada rencana mogok berjualan daging sapi, kami bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar situasi tidak berlarut-larut," ujarnya.

Menurut Raditya, koordinasi antarlembaga menjadi kunci menjaga stabilitas.

"Kami berbagi peran, melihat apa yang bisa kami lakukan untuk Jakarta. Tujuannya satu, supaya distribusi tetap aman dan harga tetap terkendali," katanya.

"Yang terpenting adalah komunikasi dan kolaborasi. Kalau ada gejolak, kita kendalikan bersama-sama agar tidak merugikan masyarakat," tambah Raditya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, melaporkan percepatan revitalisasi pasar sebagai bagian dari persiapan Ramadan. Hingga kini, Pasar Jaya telah merampungkan revitalisasi di 21 lokasi.

"Alhamdulillah, revitalisasi sudah kami selesaikan di 21 lokasi pasar. Kami terus berbenah agar masyarakat merasa lebih nyaman saat berbelanja, khususnya menjelang Ramadan," katanya.

Baca Juga: Jaga Keamanan Jelang Ramadan, Satpol PP Jakarta Gencarkan Penertiban PPKS

Agus menyebutkan sebanyak 86 pasar telah dicat ulang bagian eksteriornya dan pembenahan interior akan dilanjutkan tahun ini.

Pasar Jaya juga membangun 24 tempat pembuangan sampah (TPS) di area pasar untuk menjaga kebersihan.

"Kami sudah membangun hampir 24 TPS di lokasi pasar. Ini bagian dari komitmen kami menjaga kebersihan dan kenyamanan," ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, memastikan transparansi informasi stok dan harga pangan melalui platform digital.

"Di PIBC sudah tersedia website yang bisa diakses masyarakat. Di sana tercantum informasi stok dan harga. Ini bagian dari komunikasi efektif kami agar publik bisa memantau langsung kondisi pangan," jelasnya.

Dengan penguatan stok, distribusi hingga transparansi harga, Pemprov Jakarta optimistis kebutuhan pangan warga tetap terjaga dan harga terkendali sepanjang Ramadan dan Idulfitri 2026.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.