Gelar Aksi Penolakan UMP Jakarta 2026, KSPI Segera Tempuh Jalur Hukum

AKURAT.CO Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jakarta menggelar unjuk rasa sebagai bentuk penolakan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2026 yang ditetapkan Gubernur Pramono Anung.
Ketua Perda KSPI Jakarta, Winarso, mengatakan, unjuk rasa yang digelar hari ini semula direncanakan berlangsung di sekitar Istana Negara.
Namun, setelah berkoordinasi dengan aparat keamanan akhirnya dipindah ke Silang Monas Selatan demi menjaga ketertiban umum.
"Aksi ini kami lakukan untuk menyampaikan penolakan terhadap UMP Jakarta 2026 yang telah diputuskan," kata Winarso, saat diwawancarai awak media, Senin (29/12/2025).
Baca Juga: Dinilai Langgar Putusan MK, KSPI Siap Gugat UMP DKI Jakarta 2026 dan UMSK Jabar
Dia menjelaskan, KSPI telah menyiapkan dua langkah untuk merespons keputusan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, soal UMP Jakarta 2026.
"Langkah pertama adalah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara yang saat ini masih dibahas secara internal," ujar Winarso.
Gelombang unjuk rasa KSPI akan terus digelar hingga tuntutan buruh didengar.
Winarso menyebut UMP Jakarta 2026 yang direkomendasikan buruh didasarkan pada perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
"Besaran KHL berada di kisaran Rp5.800.000," katanya.
Dia mengatakan, sebelum UMP Jakarta ditetapkan Gubernur Pramono Anung, KSPI telah menyampaikan rekomendasi berdasarkan KHL. Namun, Gubernur Pramono Anung mengambil jalan tengah dalam menentukan besaran kenaikan UMP Jakarta 2026.
"Kami berharap keberpihakan pemerintah daerah lebih condong kepada buruh," pungkas Winarso.
Baca Juga: UMP 2026 Bukan Sekedar Angka, Faktor Kebutuhan Hidup Layak Pekerja Harus Jadi Acuan
Diketahui, UMP Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp5.729.876. Angka ini naik 6,17 persen dari UMP tahun sebelumnya Rp5.396.761,
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, penetapan UMP Jakarta 2026 berdasarkan hasil pembahasan bersama Dewan Pengupahan Daerah, serta dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







