AKURAT.CO DDP PDIP meminta seluruh pihak menghormati hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Papua yang digelar pada Rabu (6/8/2025).
Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Advokasi, Ronny Talapessy, mengatakan, semua pihak yang berkontestasi harus menerima hasil PSU secara adil dan jujur, tanpa melakukan tindakan yang mencederai hak politik masyarakat.
"Kami menilai ada upaya atau indikasi eskalasi kecurangan yang ingin mengubah hasil perolehan suara dalam pleno berjenjang. Intimidasi terhadap panitia pemungutan suara (PPS) bahkan terhadap Bawaslu Provinsi Papua dan KPU kabupaten/kota," ujar Ronny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga: Sekjen Demokrat Sambut Dukungan PDIP ke Pemerintahan Prabowo, Kenang 9 Tahun Jadi Oposisi
Berdasarkan hasil hitung cepat Poltracking Indonesia dengan data 100 persen masuk, pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Benhur Tomi Mano-Constant Karma yang diusung PDIP unggul 50,85 persen.
Sementara paslon nomor urut 02, Matius Fakhiri-Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, memperoleh 49,15 persen.
Metode quick count ini menggunakan multistage random sampling dengan margin of error plus minus 1,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Belum Ada Pembicaraan PDIP Masuk Kabinet Prabowo-Gibran
Ronny menduga ada pihak yang mencoba bersepakat dengan penyelenggara pilkada untuk mengubah hasil perolehan suara, termasuk adanya dugaan campur tangan dari penyelenggara pemerintahan hingga aparat kepolisian.
Dugaan ini, kata Ronny, wajar muncul mengingat salah satu pesaing Benhur-Constant adalah mantan Kapolda Papua.
Ia mencontohkan, pada Kamis (7/8/2025) malam terjadi intimidasi oleh oknum kepolisian terhadap ketua dan anggota Panitia Distrik di Sentani Timur.
Baca Juga: PDIP: Terlalu Berlebihan Kalau Anggap Bendera One Piece sebagai Tindakan Makar
Kejadian serupa juga terjadi sebelumnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.
"Kami ingatkan agar Jakarta jangan mengintervensi kehendak rakyat. Kalau rakyat mau pasangan BTM dan CK yang menang ya sudah, jangan diubah hasilnya," kata Ronny.
"Kita memikirkan keadilan dan kemakmuran sesuai amanat UUD 1945. Saya minta Bawaslu harus lebih ketat mengawasi perhitungan suara," imbuhnya.
Baca Juga: Dasco Apresiasi Dukungan PDIP ke Pemerintahan Prabowo: Pemerintah Butuh Masukan Konstruktif
Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, memantau langsung pelaksanaan PSU di Papua. Dia berharap PSU kali ini menjadi yang terakhir di provinsi tersebut.
"Harapan besar kami, kalau boleh, selesailah kali ini," ujar Ribka di Lapangan SKB Sentani, Kabupaten Jayapura.
Menurut Ribka, Papua merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang masih melaksanakan PSU. Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menyukseskan pemungutan suara.
Baca Juga: OSO Ucapkan Selamat ke Megawati yang Jadi Ketum PDIP Lagi: Beliau Sosok yang Mencintai Rakyat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 4Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 8Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla







