Lewat Laga Dramatis, Villa 2000 Pastikan Tiket 16 Besar CCFA Football Youth Cup Thailand

AKURAT.CO – Villa 2000 melangkah ke babak 16 besar turnamen internasional CCFA Football Youth Cup 2026, setelah finis sebagai runner-up grup usai menjalani dua laga yang berlangsung di Jaifa Stadium, Lopburi, Thailand, pada Sabtu (24/1/2026).
Perjalanan Villa 2000 menuju fase gugur berjalan dramatis. Tim yang mewakili Indonesia Grassroots Championship (IGC Indonesia) ini sempat terancam sanksi berat dan berpotensi didiskualifikasi akibat kejadian di lapangan. Namun, setelah melalui evaluasi, panitia memutuskan Villa 2000 tidak bersalah dan tetap berhak melanjutkan kompetisi.
Pada pertandingan pertama, Villa 2000 harus mengakui keunggulan Champion FC. Laga berlangsung ketat dengan jual beli serangan sejak awal pertandingan. Hanya saja Champion FC tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan mencetak dua gol pada menit ke-20 dan 41 dalam pertandingan 2x25 menit itu.
Villa 2000 baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit 50+2 melalui gol Ari Arrahman. Hingga peluit akhir ditiup wasit, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Champion FC.
Manajer Villa 2000, Artha Wijaya, mengungkapkan bahwa minimnya waktu pemulihan setelah perjalanan jauh ke Thailand turut mempengaruhi performa tim pada laga pertama. Selain itu, faktor mental juga menjadi tantangan tersendiri.
“Turnamen ini menjadi pengalaman internasional pertama bagi sebagian besar pemain. Sehingga Kimia dan organisasi permainan tidak berjalan sesuai harapan,” ujar manajer yang akrab disapa Om Taul tersebut.
Ujian sesungguhnya datang pada pertandingan kedua melawan Islamic College of Thailand. Dengan status sama-sama mengalahkan kekalahan di laga pembuka, kedua tim dituntut meraih kemenangan demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Sejak menit awal, Villa 2000 tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Namun, mereka harus menghadapi permainan keras lawan serta kepemimpinan membiarkan pelanggaran terjadi.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-35 babak kedua, ketika Nizam Ibnu Bahtiar mencetak gol yang membawa Villa 2000 unggul 1-0.
Setelah tertinggal, pemain Islamic College of Thailand melakukan pelanggaran secara lebih keras. Emosi pemain Villa 2000 pun terpancing untuk membalas. Situasi memanas hingga memicu antar pemain. Pertandingan pun dihentikan panitia saat waktu normal masih tersisa sekitar 10 menit.
Panitia sempat meminta laga dilanjutkan dengan ancaman diskualifikasi bagi kedua tim. Namun, Villa 2000 menilai kondisi sudah tidak kondusif karena official dan pendukung lawan sangat agresif, bahkan meneror pemain Villa 2000 pada saat pertandingan dihentikan.
Setelah melalui pertimbangan yang matang, panitia akhirnya menetapkan skor 1-0 untuk kemenangan Villa 2000 sebagai hasil akhir. Keputusan tersebut memastikan Villa 2000 lolos ke babak 16 besar dan menutup fase grup dengan hasil positif.
Om Taul mengaku bangga dengan sikap dan kedisiplinan para pemainnya yang tetap berusaha menjaga organisasi permainan di tengah tekanan tinggi. Menurutnya, laga kedua menjadi pembelajaran berharga dalam mengelola emosi di situasi sulit.
“Organisasi permainan anak-anak sudah sesuai harapan, meski masih ada kesalahan passing karena terburu-buru mengejar tujuan,” katanya.
Meski begitu, Om Taul menyayangkan kepemimpinan wasit yang dinilai kurang tegas dan merugikan pembangunan. “Saya tidak heran jika anak-anak akhirnya terpancing emosi,” ujarnya.
Villa 2000 dijadwalkan tampil di babak 16 besar pada Minggu (25/1/2026). Om Taul berharap para pemain dapat kembali fokus dan menampilkan performa terbaiknya demi mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional tersebut. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









