Akurat

​Ekosistem Sepak Bola Putri Meluas ke Kalimantan, Kehadiran Jacksen Tiago Jadi Magnet di MLSC

Ratu Tiara | 20 Januari 2026, 22:43 WIB
​Ekosistem Sepak Bola Putri Meluas ke Kalimantan, Kehadiran Jacksen Tiago Jadi Magnet di MLSC
 
AKURAT.CO Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025–2026 Seri 2 membawa angin segar bagi pembinaan sepak bola putri di Tanah Air. Turnamen ini bahkan resmi menyambangi Kalimantan dengan menambah dua kota baru, yakni Samarinda dan Banjarmasin.
 
​Ekspansi ini menggenapkan total penyelenggaraan MLSC di 12 kota. Kehadiran turnamen bagi Kelompok Usia (KU) 8, 10, dan 12 ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya masif membangun fondasi atlet putri sejak dini secara berkelanjutan.
 
​Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci berkembangnya sepak bola putri di Tanah Air. Menurutnya, MLSC dirancang sebagai program jangka panjang agar para atlet muda memiliki kepastian kompetisi yang terstruktur.
 
​"Kami ingin atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur pembinaan yang serius. Penambahan kota di Kalimantan adalah langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa," kata Teddy di Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
 
 
​Daya tarik MLSC Seri 2 ini pun semakin meningkat dengan bergabungnya sosok legendaris, Jacksen Ferreira Tiago.
 
Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini menjabat Direktur Akademi Borneo FC tersebut didapuk menjadi Head Coach MLSC bersama Timo Scheunemann.
 
Kehadiran Jacksen diharapkan mampu memberikan dampak instan pada peningkatan kualitas teknik peserta.
 
Reputasi besar Jacksen di kancah sepak bola nasional diyakini menjadi pemantik semangat bagi para siswi untuk mengejar prestasi lebih tinggi.
 
"Hadirnya Jacksen kami harap mampu memantik semangat dan kualitas peserta. Dampak positif MLSC kini mulai terlihat dengan tumbuhnya ekosistem, di mana semakin banyak sekolah dan SSB putri yang terbentuk," tambah Teddy.
 
Senada dengan hal tersebut, Bayan Peduli melalui PT Bayan Resources Tbk berkomitmen penuh menyukseskan gelaran di Kalimantan.
 
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyebut kolaborasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bidang olahraga.
 
"Kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin," kata Merlin.
 
Merlin optimistis melalui MLSC, Kalimantan akan menyumbangkan talenta-talenta berbakat yang kelak mampu membawa Timnas Putri Indonesia menembus panggung dunia, termasuk Piala Dunia Wanita.
 
Fenomena ini membuktikan adanya efek domino positif. Klub-klub besar yang sebelumnya hanya fokus pada talenta putra, kini mulai membuka kelas khusus putri karena melihat tingginya antusiasme dan adanya wadah kompetisi yang rutin.
 
Salah satu talenta yang bersinar adalah Zilda Afna Syaqila. Peraih gelar top scorer dengan 30 gol di Seri 1 ini mengaku semakin termotivasi untuk berlatih keras di SSB demi mengejar mimpi mengenakan seragam Merah Putih.
 
 
Selain kompetisi utama format 7 vs 7, MLSC juga menghadirkan Festival SenengSoccer dan Skill Challenge. Program ini akan memuncak pada Juni 2026 dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus, Jawa Tengah, dengan format baru 9 vs 9.
 
Dengan partisipasi mencapai 17.492 peserta pada seri terbaru, MilkLife Soccer Challenge kini bertransformasi menjadi gerakan besar yang memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia dari akar rumput.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R