Alvaro Arbeloa Ditunjuk Real Madrid di Tengah Keraguan, Menolak Jadi Jose Mourinho

AKURAT.CO, Penunjukan Alvaro Arbeloa menggantikan Xabi Alonso untuk posisi Pelatih Real Madrid tak terhindarkan dari reaksi beragam. Mood suporter Madrid tampaknya berada dalam ketidakpastian antara ragu tetapi harus optimistis.
Alvaro Arbeloa ditunjuk kurang dari 24 jam selepas Real Madrid dikalahkan oleh Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026. Madrid kalah 2-3 dalam laga di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, tersebut.
“Saya bicara dengan Xabi kemarin,” kata Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers pertamanya sebagai Pelatih Real Madrid, Selasa (13/1), sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Real Madrid Resmi Pecat Xabi Alonso! Langsung Tunjuk Alvaro Arbeloa sebagai Pengganti
“Pertemanan kami adalah yang pertama sebelum yang lainnya. Kami bicara lama kemarin, dan saya berharap dia baik-baik saja karena dia adalah seorang pelatih yang fantastis.”
Yang cukup mengejutkan dari penunjukan Alvaro Arbeloa adalah pria berkebangsaan Spanyol berusia 42 tahun ini langsung mendapatkan posisi sebagai pelatih permanen.
Padahal, pengalaman melatihnya adalah tim junior Real Madrid pada periode 2020-2025 dan Real Madrid B pada 2025-2026.
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa bos Real Madrid, Florentino Perez, agaknya mengambil kecenderungan kedua dalam kebiasaannya memilih pelatih: mempertahankan identitas klub.
Darah sepakbola Alvaro Arbeloa sepenuhnya adalah Real Madrid. Lahir di Salamanca, Spanyol, 17 Januari 1983, pemain ini menjalani karier junior di Real Madrid pada 2001-2022.
Karier pemainnya merangkak dari Real Madrid C ke B dan ke tim utama dalam rentang 2002-2006. Ia kemudian singgah di Deportivo La Coruna pada 2006-2007 sebelum hijrah ke Liverpool.
Baca Juga: Kylian Mbappe Tolak Guard of Honor untuk Barcelona, Laporta Sebut Real Madrid sedang Kesal
Tampil apik di Liverpool pada 2007-2009, Arbeloa kembali ke Real Madrid pada 2009 dalam proyek Galacticos II. Xabi Alonso juga datang dari Liverpool ke Madrid pada periode yang sama.
“Klub ini selalu soal menang, menang, dan menang lagi. Ketika saya seorang pemain, saya belajar nilai-nilai itu dari orang-orang di ruang ganti. (Nilai-nilai) itu masih ada di sana, dan itu penting,” kata Arbeloa.
Arbeloa juga menolak dibandingkan dengan eks pelatih semasa ia membela Real Madrid di era 2010-2013, Jose Mourinho. Arbeloa dianggap punya karakteristik yang sama dengan Mourinho.
“Saya membawa banyak hal yang saya pelajari darinya, tetapi saya harus menjadi diri saya sendiri,” kata Arbeloa. “Berusaha menjadi Mourinho hanya akan berakhir dengan kegagalan saya, saya harus jadi Alvaro Arbeloa.”
Pertandingan pertama Madrid bersama Arbeloa adalah babak 16 besar Piala Raja 2025-2026 menghadapi Albacete di Stadion Carlos Belmonte, Albacete, Rabu (13/1) atau Kamis dini hari WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









