Akurat

Media Asing Sebut John Herdman Tolak Jamaika, Lebih Pilih Timnas Indonesia

Endarti | 18 Desember 2025, 22:11 WIB
Media Asing Sebut John Herdman Tolak Jamaika, Lebih Pilih Timnas Indonesia
 
AKURAT.CO, Bursa pencarian pelatih Timnas Indonesia kembali memanas setelah media internasional mengaitkan nama John Herdman dengan peluang melatih skuad Garuda
 
Kabar tersebut mencuat dari laporan media asal Honduras, Diez, yang mengungkap langkah mengejutkan pelatih asal Inggris itu dalam menentukan arah kariernya.
 
Dalam laporannya, Diez menyebut bahwa Herdman tengah menunjukkan minat serius untuk melanjutkan karier kepelatihannya di kawasan Asia.
 
 
Situasi tersebut memicu spekulasi luas, termasuk di Indonesia yang saat ini tengah mencari pelatih kepala baru untuk tim nasional.
 
Indonesia disebut menjadi salah satu destinasi utama yang dipertimbangkan Herdman.
 
Ketertarikan tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya daya tarik sepakbola nasional di mata pelatih-pelatih berpengalaman internasional.
 
Diez mengungkap bahwa Herdman baru saja melewatkan peluang besar untuk kembali berkiprah di kawasan CONCACAF.
 
Ia dikabarkan menolak pendekatan dari Federasi Sepakbola Jamaika yang tengah mencari pelatih baru.
 
 
Keputusan itu diambil Herdman meski Jamaika tengah membutuhkan pelatih pengganti setelah Steve McClaren mengundurkan diri dari jabatannya.
 
Penolakan tersebut disebut berkaitan langsung dengan fokus Herdman terhadap peluang di Indonesia.
 
“Pelatih asal Inggris itu hampir kembali ke CONCACAF setelah negosiasi dengan Jamaika, menyusul pengunduran diri Steve McClaren,” tulis Diez dalam laporannya, Kamis (18/12).
 
“Federasi Jamaika mempertimbangkannya untuk babak play-off antarbenua untuk Piala Dunia 2026, tetapi Herdman menolak tawaran tersebut, memprioritaskan Indonesia,” lanjut laporan tersebut.
 
"Bab ini menyoroti ambisinya di kawasan tersebut, yang kini telah dialihkan."
 
Laporan tersebut mempertegas keseriusan Herdman dalam menatap peluang di Indonesia. Media Honduras itu menilai keputusan tersebut menjadi sinyal kuat atas keyakinan Herdman terhadap potensi jangka panjang sepak bola nasional.
 
Selain Herdman, nama Giovanni van Bronckhorst juga masih disebut-sebut masuk dalam bursa kandidat pelatih Timnas Indonesia.
 
Keduanya dinilai memiliki rekam jejak internasional yang sesuai dengan arah kebijakan jangka panjang federasi.
 
Meski spekulasi terus berkembang, PSSI hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait proses negosiasi maupun nama kandidat yang sedang dibidik.
 
Proses seleksi disebut masih berlangsung secara tertutup dan penuh pertimbangan strategis.
 
Diez juga menyoroti kesesuaian profil Herdman dengan kebutuhan Indonesia saat ini.
 
“PSSI sedang mencari pelatih berpengalaman dalam kualifikasi Piala Dunia, dan Herdman memenuhi kriteria tersebut dengan kemampuannya mengelola transisi dan tekanan.”
 
“Pendekatan disiplinnya mengangkat performa Kanada, menerapkan gaya permainan vertikal yang mengejutkan banyak pihak."
 
Keberhasilan Herdman bersama Kanada diharapkan bisa menjadi model yang diterapkan jika ia benar-benar dipercaya menangani Timnas Indonesia. 
 
“Indonesia berharap dapat mengulangi kesuksesan tersebut untuk mendaki peringkat Asia,” tulis Diez.
 
Media Honduras itu juga menyinggung bahwa Herdman sempat menjadi kandidat favorit untuk menangani tim nasional Honduras.
 
“Di Honduras, Herdman membangkitkan antusiasme di kalangan penggemar dan pers sebagai favorit untuk menggantikan Reinaldo Rueda sebagai pelatih tim nasional Honduras.
 
“Penggemar Honduras menghargai pengalamannya dalam kampanyenya di kualifikasi yang menuntut untuk menghidupkan kembali proyek Piala Dunia 2026.”
 
“Namun, kemajuan tim bersama Indonesia menutupi skenario ideal ini."
 
Dengan dinamika tersebut, posisi pelatih Timnas Indonesia kini menjadi salah satu isu paling disorot di kawasan Asia Tenggara, seiring harapan besar publik terhadap masa depan skuad Garuda.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H