Erick Thohir Angkat Suara Soal Isu Giovanni Van Bronckhorst Calon Pelatih Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat suara mengenai rumor yang mengatakan bahwa nama legenda Belanda, Giovanni van Bronckhorst, menjadi kandidat Pelatih Timnas Indonesia.
Isu tersebut muncul seiring rencana PSSI bakal melakukan interview dengan beberapa kandidat calon pelatih skuad Garuda.
Bahkan PSSI secara khusus menugaskan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, bertolak ke Eropa untuk melakukan beberapa proses seleksi untuk beberapa calon pelatih Timnas Indonesia.
“Belum, belum nanti prosesnya,” ucap Erick Thohir kepada wak media, di Jakarta, Selasa (25/11).
Baca Juga: Respons Zainudin Amali, Erick Thohir Tegaskan Penunjukan Pelatih Timnas Indonesia Bisa Tanpa Exco
Erick Thohir menambahkan bahwa penentuan sosok Pelatih Kepala Timnas Indonesia tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Ia menyerahkan proses penentuan pelatih Timnas Indonesia kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk melakukan evaluasi dan mewawancara calon pelatih terlebih dahulu.
“Kalau pelatih untuk Tim Nasional kita berikan waktu untuk Exco ataupun semua untuk melihat siapa yang nanti (dipilih berdasarkan) hasil interview,” kata Erick Thohir.
Erick mengatakan memang proses kebutuhan untuk Pelatih Timnas Indonesia adalah di bulan Maret saat FIFA Series 2026.
Baca Juga: Timur Kapadze Tiba di Indonesia, Bakal Wawancara untuk Posisi Pelatih Timnas Indonesia?
“Kita tidak perlu terburu-buru karena kan yang namanya ke depan itu nanti baru di bulan Maret,” tegas Erick Thohir.
Selain Giovanni van Bronckhorst ada beberapa nama yang dikaitkan sebagai calon pelatih Timnas Indonesia.
Sebut saja nama mantan Pelatih Timnas Uzbekistan, Timur Kapadze. Bahkan Timur Kapadze sudah tiba di Indonesia pekan lalu.
Namun kedatangannya ke Indonesia tidak ada kaitannya dengan federasi sepakbola Indonesia PSSI.
Selain itu ada juga nama Heimir Hallgrimsson yang masuk dalam bursa calon pelatih Timnas Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









