Pemalsuan Data Pemain Naturalisasi: Menpora Malaysia Peringatkan FAM Risiko Besar Jika Gagal di CAS

AKURAT.CO Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berpotensi menghadapi sanksi yang lebih berat jika gagal dalam proses banding di Court of Arbitration for Sport (CAS). Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, saat sesi penggulungan debat Komite Kementerian untuk Anggaran 2026 di Dewan Rakyat, Kamis (20/11).
Yeoh menjelaskan bahwa CAS memiliki kewenangan untuk merekomendasikan hukuman tambahan kepada FIFA apabila FAM tidak memenangkan banding terkait kasus tujuh pemain naturalisasi yang sebelumnya dijatuhi sanksi.
“CAS dapat merekomendasikan kepada FIFA agar denda serta masa skorsing diperberat apabila FAM gagal di tahap banding tersebut,” ujar Yeoh.
“Jika FAM kalah, tribunal FIFA akan bersidang kembali untuk menentukan status tujuh pemain itu, apakah masih boleh memperkuat Malaysia atau tidak.”
FIFA Sudah Jatuhkan Denda RM1.8 Juta
Sejauh ini, FIFA telah menjatuhkan denda sebesar RM1.8 juta kepada FAM (Sekitar Rp72 M). Sementara itu, ketujuh pemain naturalisasi menerima skorsing 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola serta denda individu sekitar RM10.560 (Rp41 juta) per pemain.
Yeoh turut menyebut bahwa keputusan tribunal FIFA tersebut masih bisa diajukan banding kembali ke CAS oleh FAM.
AFC Tunggu Keputusan Sebelum 31 Maret
Menurut Yeoh, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga telah meminta FIFA untuk memastikan status ketujuh pemain tersebut sebelum 31 Maret, yang merupakan batas akhir pendaftaran untuk Kualifikasi Piala Asia.
Jika FAM kalah di seluruh proses banding, termasuk di CAS, dampaknya bisa sangat signifikan bagi tim nasional.
“Dalam regulasi AFC, jika banding gagal di semua tahap, hasil pertandingan bisa dibatalkan. Lawan akan otomatis mendapat tiga poin dan tiga gol, dan komite disiplin AFC dapat menjatuhkan hukuman tambahan lainnya,” jelasnya.
Ada Risiko Sanksi Lebih Berat
Dalam sesi tersebut, anggota parlemen Bukit Gelugor, Ramkarpal Singh, mempertanyakan apakah langkah FAM untuk tetap melanjutkan banding ke CAS adalah keputusan yang tepat—mengingat tidak ada bukti baru yang bisa diajukan dan ancaman sanksi lebih berat.
Menjawab hal itu, Yeoh menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan FAM.
“Melanjutkan banding ke CAS adalah hak FAM sebagai pihak pemohon. Namun mereka harus siap dengan konsekuensinya. Jika CAS tidak berpihak pada mereka, sanksinya bisa bertambah berat,” katanya.
Menunggu Proses Investigasi dan Banding
Yeoh meminta semua pihak bersabar hingga seluruh proses hukum dan investigasi selesai. Saat ini, investigasi independen dipimpin oleh Tun Md Raus Sharif, sementara proses banding FAM masih berjalan.
“Kita harus menunggu hingga 31 Maret. Kita tidak bisa mendahului keputusan apa pun,” tutupnya.
FIFA sebelumnya telah menguatkan vonis Komite Disiplin terhadap FAM dan tujuh pemain naturalisasi atas dugaan pemalsuan dokumen sesuai Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








