Akurat

Siapa Manajer Jepang saat Mencapai 16 Besar di FIFA World Cup 2002? Ini Sosok di Baliknya

Idham Nur Indrajaya | 8 November 2025, 17:10 WIB
Siapa Manajer Jepang saat Mencapai 16 Besar di FIFA World Cup 2002? Ini Sosok di Baliknya

AKURAT.CO Piala Dunia 2002 menjadi salah satu momen bersejarah dalam perjalanan sepak bola modern. Untuk pertama kalinya, ajang terbesar FIFA itu digelar di Asia dan di dua negara sekaligus — Jepang dan Korea Selatan. Turnamen yang berlangsung dari 31 Mei hingga 30 Juni 2002 tersebut menghadirkan banyak kejutan, terutama dari dua tuan rumah Asia yang tampil impresif di hadapan publik sendiri. Jepang kala itu sukses menembus babak 16 besar, pencapaian luar biasa untuk negara yang baru beberapa kali tampil di Piala Dunia. Lalu, siapa sebenarnya sosok pelatih di balik keberhasilan tersebut?

Jawabannya adalah Philippe Troussier, pelatih asal Prancis yang dikenal dengan julukan The White Witch Doctor. Ia menjadi manajer tim nasional Jepang pada periode 1998–2002 dan berhasil membawa Tim Samurai Biru tampil menawan di turnamen akbar itu.


Philippe Troussier, Arsitek di Balik Keberhasilan Jepang

Philippe Troussier bukan nama asing di dunia sepak bola internasional. Sebelum menukangi Jepang, ia sempat menangani beberapa negara besar di Afrika seperti Nigeria dan Afrika Selatan. Reputasinya sebagai pelatih yang disiplin, detail, dan punya filosofi taktik kuat membuat Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) mempercayakannya membangun tim nasional.

Di bawah asuhannya, Jepang bertransformasi menjadi tim dengan gaya bermain cepat, terorganisir, dan kolektif. Troussier memadukan disiplin khas Asia dengan strategi khas Eropa yang menekankan keseimbangan antarlini. Pendekatan ini terbukti ampuh. Jepang tak hanya solid secara pertahanan, tetapi juga tampil berani dalam menyerang.

Selain sukses secara prestasi, Troussier juga berjasa dalam membentuk generasi emas Jepang. Banyak pemain asuhannya di Piala Dunia 2002 yang kemudian menjadi tulang punggung tim nasional Jepang di edisi-edisi berikutnya, termasuk Piala Dunia 2006 di Jerman.


Perjalanan Jepang di Piala Dunia 2002

Sebagai tuan rumah, Jepang otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2002. Mereka tergabung di Grup H bersama Belgia, Rusia, dan Tunisia. Banyak pihak awalnya meragukan kemampuan Jepang menembus fase gugur, tetapi performa mereka membuktikan sebaliknya.

Di pertandingan pertama, Jepang bermain imbang 2–2 melawan Belgia dalam laga yang berlangsung sengit. Lalu di pertandingan kedua, Tim Samurai Biru meraih kemenangan penting atas Rusia dengan skor 1–0. Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi anak asuh Troussier.

Pertandingan terakhir fase grup mempertemukan Jepang dengan Tunisia. Dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari publik tuan rumah, Jepang menang meyakinkan 2–0. Hasil ini membuat mereka keluar sebagai juara grup dengan torehan 7 poin dari dua kemenangan dan satu hasil seri.

Sebagai juara Grup H, Jepang berhak melaju ke babak 16 besar dan bertemu dengan Turki yang menjadi runner-up Grup C. Namun langkah mereka terhenti setelah kalah tipis 0–1 lewat gol dari Umit Davala. Meskipun gagal melangkah lebih jauh, pencapaian Jepang tetap disambut meriah sebagai sejarah baru bagi sepak bola Asia.


Skuad Jepang: Paduan Pemain Lokal dan Bintang Eropa

Salah satu kekuatan Jepang di Piala Dunia 2002 adalah komposisi skuad yang seimbang antara pemain lokal dan mereka yang berkarier di Eropa.

Beberapa nama besar di antaranya:

  • Hidetoshi Nakata (Parma, Italia) — ikon sepak bola Jepang yang dikenal karena teknik dan visi bermainnya.

  • Shinji Ono (Feyenoord, Belanda) — gelandang kreatif dengan kemampuan mengatur tempo permainan.

  • Junichi Inamoto (Arsenal, Inggris) — gelandang enerjik yang menjadi andalan di lini tengah.

  • Yoshikatsu Kawaguchi — kiper tangguh yang menjadi andalan di bawah mistar.

  • Tsuneyasu Miyamoto dan Naoki Matsuda — bek lokal dengan disiplin tinggi dan kemampuan membaca permainan yang baik.

Kombinasi pemain-pemain tersebut mencerminkan filosofi Troussier yang menekankan keseimbangan antara talenta individu dan kerja sama tim.


Momen Bersejarah di Tengah Dominasi Brasil dan Jerman

Selain perjalanan Jepang, Piala Dunia 2002 juga dikenang karena duel klasik di partai final antara Brasil dan Jerman di Yokohama. Brasil akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 2–0 lewat dua gol dari Ronaldo Nazário, sekaligus meraih gelar kelima mereka.

Turki berhasil merebut posisi ketiga setelah mengalahkan Korea Selatan 3–2. Meski begitu, pencapaian Korea Selatan yang mampu menembus semifinal menjadi kebanggaan besar bagi Asia. Sedangkan Jepang, dengan langkah hingga babak 16 besar, juga menegaskan bahwa sepak bola Asia mulai diperhitungkan di level dunia.


Warisan Philippe Troussier untuk Sepak Bola Jepang

Keberhasilan Jepang pada 2002 bukan sekadar hasil kerja singkat, melainkan buah dari proses panjang yang dibangun Philippe Troussier. Ia menanamkan mental juang tinggi, kedisiplinan, dan pemahaman taktik modern yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan sepak bola Jepang di masa berikutnya.

Troussier meninggalkan warisan besar: tim yang solid, pemain yang matang secara teknik dan mental, serta sistem permainan yang jelas. Banyak pengamat menilai bahwa era keemasan Jepang di kancah internasional dimulai dari periode kepelatihannya.


Kesimpulan

Jadi, manajer Jepang saat mencapai babak 16 besar di FIFA World Cup 2002 adalah Philippe Troussier, pelatih asal Prancis yang berhasil membawa perubahan besar bagi sepak bola Jepang. Di bawah arahannya, Jepang tak hanya mencatat sejarah sebagai tuan rumah yang berprestasi, tetapi juga menunjukkan bahwa tim-tim Asia bisa bersaing di panggung dunia.

Keberhasilan itu menjadi tonggak penting yang terus menginspirasi generasi pemain Jepang berikutnya — dari Nakata hingga generasi modern seperti Takumi Minamino dan Kaoru Mitoma.

Kalau kamu tertarik mengikuti kisah perjalanan sepak bola Asia dan prestasi tim nasional Jepang di ajang internasional, pantau terus update menariknya hanya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Kuis FC Mobile: Siapa Pemain Jepang Peraih MVP Piala Asia 2000? Ini Jawabannya!

Baca Juga: Jawaban Kuis FC Mobile: Pecahkan Misteri King Kazu dan A Nation's Story Japan Hari Ini!

FAQ

1. Siapa manajer Jepang saat mencapai babak 16 besar di Piala Dunia 2002?
Manajer Jepang saat menembus babak 16 besar Piala Dunia 2002 adalah Philippe Troussier, pelatih asal Prancis yang dijuluki The White Witch Doctor.


2. Apa saja pencapaian Jepang di Piala Dunia 2002?
Jepang berhasil menjadi juara Grup H setelah mengalahkan Rusia (1–0), Tunisia (2–0), dan bermain imbang dengan Belgia (2–2). Mereka lolos ke babak 16 besar sebelum akhirnya kalah tipis 0–1 dari Turki.


3. Siapa pencetak gol yang membuat Jepang tersingkir di babak 16 besar?
Gol tunggal yang membuat Jepang tersingkir dicetak oleh Umit Davala dari tim nasional Turki.


4. Mengapa Philippe Troussier dianggap berjasa bagi sepak bola Jepang?
Troussier berhasil membentuk tim Jepang yang solid, disiplin, dan memiliki gaya bermain cepat serta kolektif. Ia juga menjadi fondasi bagi generasi emas pemain Jepang yang tampil di Piala Dunia 2006.


5. Siapa saja pemain kunci Jepang di Piala Dunia 2002?
Beberapa pemain penting di skuad Jepang saat itu antara lain Hidetoshi Nakata, Shinji Ono, Junichi Inamoto, Yoshikatsu Kawaguchi, Naoki Matsuda, dan Tsuneyasu Miyamoto.


6. Apakah Jepang menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia 2002?
Tidak. Piala Dunia 2002 diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Korea Selatan, menjadikannya turnamen pertama dalam sejarah yang digelar di dua negara sekaligus.


7. Siapa yang menjadi juara Piala Dunia 2002?
Brasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Jerman 2–0 di partai final yang digelar di Yokohama, Jepang. Dua gol dicetak oleh Ronaldo Nazário.


8. Bagaimana nasib Korea Selatan sebagai tuan rumah lain?
Korea Selatan tampil luar biasa dengan menembus babak semifinal, sebelum dikalahkan oleh Jerman. Mereka akhirnya finis di posisi keempat setelah kalah 2–3 dari Turki dalam perebutan tempat ketiga.


9. Apa warisan terbesar Philippe Troussier bagi tim nasional Jepang?
Warisan terbesar Troussier adalah sistem permainan modern, mental kompetitif, dan struktur tim yang solid, yang menjadi pondasi bagi perkembangan sepak bola Jepang hingga kini.


10. Apa arti kesuksesan Jepang di Piala Dunia 2002 bagi sepak bola Asia?
Capaian Jepang di 16 besar, bersamaan dengan prestasi Korea Selatan di semifinal, menegaskan bahwa tim Asia mampu bersaing di panggung dunia dan membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk tampil lebih percaya diri di turnamen internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.