Menyelami Pikiran Shin Tae-yong Lewat Buku Korean Garuda

AKURAT.CO Shin Tae-yong menjadi satu dari sedikit pelatih Tim Nasional Indonesia yang namanya masih dielu-elukan hingga kini olah masyarakat di Tanah Air.
Sosok Shin Tae-yong, yang akrab disapa STY, dianggap telah membawa sayap Garuda terbang lebih tinggi. Bukan hanya di lapangan tetapi juga dalam membentuk karakter para pemainnya.
Warisan kedisiplinan, kerja keras dan semangat pantang menyerah yang ditanamkannya masih hidup di hati para pemain dan penggemar sepak bola Indonesia. Meski kini ia tak lagi duduk di bangku pelatih, kisah perjuangan dan filosofi hidupnya tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Baca Juga: Bayang-Bayang Shin Tae-yong dan Perjudian Gagal Erick Thohir Menunjuk Patrick Kluivert
Namun, tidak banyak yang benar-benar tahu bagaimana pria berusia 55 tahun tersebut mampu mengubah mental dan fisik anak asuhnya sejak pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia pada 2019.
Tahun itu menjadi titik awal perubahan besar bagi sepak bola nasional.
"Tahun 2019 menjadi momen lahirnya era baru sepak bola Indonesia. Saat itu, federasi memperkenalkan pelatih baru dari Korea Selatan, Shin Tae-yong, sosok yang pernah membawa Korea Selatan menumbangkan Jerman di Piala Dunia 2018," tulis Chung Ryu, dalam bukunya Shin Tae-yong-Korean Garuda, yang akan segera dirilis, dikutip Minggu (19/10/2025).
Baca Juga: Pelatih Laos U-23 Sebut Publik Korea Selatan Sempat Terkejut Saat PSSI Pecat Shin Tae-yong
Ryu mengakui banyak yang meragukan STY di awal masa kepelatihannya. Perbedaan budaya, karakter pemain hingga keterbatasan fasilitas menjadi tantangan nyata. Namun STY datang bukan untuk mencari alasan, melainkan untuk membangun fondasi bagi Timnas Indonesia.
"Dalam berbagai sesi latihan, STY dikenal keras dan perfeksionis. Tak jarang pemain dibuat kelelahan karena intensitas latihan yang tinggi. Tapi perlahan hasilnya terlihat, fisik meningkat, mental bertarung tumbuh dan yang paling penting, muncul rasa bangga mengenakan lambang Garuda di dada," tulis Ryu.
Buku tersebut menyingkap sisi lain yang jarang diketahui publik, bagaimana Shin Tae-yong menanamkan filosofi juara di luar taktik dan strategi. Ia bukan hanya pelatih tapi juga membentuk karakter pemain.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dikabarkan Jadi Manajer Timnas Korea Selatan U-23, Sumardji Tegaskan Sikap Profesional
"STY tidak sekadar menyusun strategi di lapangan tetapi menanamkan mindset juara. Disiplin ketat, pembinaan pemain muda dan pola pikir profesional, tidak ada tempat bagi ego. Semua demi tim, bukan individu," ujar Ryu, menirukan perkataan STY.
Kinerja pun berbicara. Dari Piala AFF hingga Kualifikasi Piala Dunia, Indonesia menunjukkan semangat baru dan cara bermain yang lebih berani. Publik tahu, ada sesuatu yang berbeda dalam tubuh Timnas Garuda dan itu diawali dari tangan dingin Shin Tae-yong.
"Pemain bola yang hebat bukan hanya yang bisa menendang bola tapi yang bisa menendang rasa malas dan takut di dalam dirinya," kata STY kepada para anak asuhnya.
Baca Juga: Barcelona Tutup Pramusim dengan Menang 5-0 Atas Daegu, Ada Shin Tae-yong di Tribun Stadion
Filosofi itu menggambarkan sosok Shin Tae-yong yang bukan hanya melatih teknik tetapi juga membangun kepribadian. Ia memandang sepak bola sebagai sarana membentuk etos kerja, karakter dan kebanggaan nasional.
"Mungkin di situlah letak kekuatan terbesar Shin Tae-yong, kemampuannya mengubah pola pikir generasi muda Indonesia tentang arti perjuangan," pungkas Ryu.
Sebagai informasi, buku Shin Tae-yong-Korean Garuda akan menghadirkan perjalanan penuh inspirasi dari sosok pelatih asal Negeri Ginseng yang mengubah wajah sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Dilatih Paul Munster, Firza Andika Rasakan Sentuhan Thomas Doll dan Shin Tae-yong di Bhayangkara FC
Kisahnya adalah pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk mencoba. Karena sejatinya, Garuda bukan hanya lambang di dada, melainkan semangat di dalam jiwa.
Buku yang diterbitkan oleh Ocean Books Publishing itu sudah dapat dipesan secara preorder mulai 20 Oktober 2025 melalui akun media sosial resmi penerbit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









