Setelah Pecat Patrick Kluivert, Erick Thohir Bicara Target Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya bersuara soal posisi Patrick Kluivert di jabatan Pelatih Timnas Indonesia.
Melalui akun Instagramnya, Erick Thohir mengunggah foto Patrick Kluivert untuk mengucapkan terimakasih terhadap pelatih asal Belanda itu.
Adapun Erick Thohir dan PSSI telah memecat Patrick Kluivert dan staf kepelatihannya mulai hari ini, Kamis (16/10).
Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert dan 'Gerbong' Belandanya
"Terima kasih atas kontribusi yang sudah diberikan Coach Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan selama hampir 12 bulan untuk PSSI & Timnas Indonesia," tulis Erick.
"Dengan penuh rasa hormat, PSSI dan Coach Patrick & Tim Kepelatihan sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini.
"Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dan berjuang bersama untuk Merah Putih."
Ini adalah pernyataan pertama Erick sejak kekalahan Timnas Indonesia atas Arab Saudi dan Irak di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia kalah 2-3 atas Arab Saudi pada 9 Oktober dan tumbang 0-1 atas Irak pada 12 Oktober. Adapun kedua laga tersebut digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.
Baca Juga: Putus Kontrak, Berapa Kompensasi yang Dibayar PSSI ke Patrick Kluivert
Dua kekalahan itu menggugurkan peluang Garuda ke Piala Dunia 2026. Sekaligus menciptakan desakan publik agar PSSI segera memecat Kluivert.
Sejalan dengan pemutusan kerjasama PSSI dengan Kluivert, Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi.
Target ke depan adalah menembus 100 besar dunia, tampil baik di Piala Asia 2027, dan menembus Piala Dunia 2030.
"Kita akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia berikutnya untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030," kata Erick Thohir.
Erick Thohir selanjutnya kemungkinan besar mencari pelatih yang tepat untuk menggantikan Patrick Kluivert dan mengemban target-target tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









