Akurat

90 Orang Ditangkap, 10 Terluka dalam Bentrokan Suporter Copa Sudamericana

Kumoro Damarjati | 21 Agustus 2025, 19:17 WIB
90 Orang Ditangkap, 10 Terluka dalam Bentrokan Suporter Copa Sudamericana

AKURAT.CO Pertandingan Copa Sudamericana antara klub Argentina Independiente dan tim tamu Universidad de Chile diwarnai kerusuhan hebat yang berujung pada 10 orang terluka dan 90 orang ditangkap. Insiden ini terjadi pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Libertadores de América, Buenos Aires, Rabu (20/8/2025).

Kronologi Bentrokan di Stadion

Kerusuhan pecah sejak babak pertama ketika suporter Universidad de Chile melemparkan batu, botol, kursi, hingga tongkat ke arah tribun tuan rumah. Situasi makin memanas ketika sebuah granat kejut dilemparkan dari kerumunan.

Pada menit ke-48, saat skor masih imbang 1-1, wasit memutuskan menghentikan laga. Pertandingan kemudian resmi dibatalkan, meski Universidad de Chile sebelumnya unggul agregat 1-0 setelah menang di leg pertama.

Dalam suasana kacau, seorang suporter tim tamu bahkan melompat dari tribun untuk menyelamatkan diri dari serangan lawan. Beberapa pendukung Universidad de Chile juga dipukuli dan ditelanjangi setelah suporter Independiente berhasil menyerbu tribun tandang.

Polisi Argentina mengonfirmasi telah menahan 90 orang yang dianggap sebagai provokator kerusuhan. Dari pihak korban, 10 orang dilaporkan terluka, termasuk kasus luka tusuk yang disebutkan oleh Duta Besar Chili untuk Argentina, José Antonio Viera-Gallo. Ia juga menegaskan ada korban yang mengalami luka serius, meski belum jelas kewarganegaraannya.

Reaksi Pemerintah dan Klub

Presiden Chili Gabriel Boric mengecam keras kerusuhan tersebut. Melalui media sosial, ia menuntut agar para pelaku segera diadili dan menilai pihak penyelenggara lalai dalam mengatur keamanan.

Dari kubu Argentina, Presiden Independiente Néstor Grindetti menyalahkan suporter Universidad de Chile, menyebut tindakan mereka sebagai perilaku yang “sungguh tercela.”

Kedua klub sama-sama mengutuk aksi kekerasan ini. Para pemain pun sempat mencoba menenangkan massa, namun gagal. Pemain internasional Chili yang kini memperkuat Independiente, Felipe Loyola, menulis di media sosial: “Tingkat kekerasan ini tidak bisa ditoleransi. Saya tidak tahu di mana polisi berada.”

Kerusuhan di laga Independiente vs Universidad de Chile menambah daftar panjang kekerasan dalam sepak bola Amerika Selatan. Pada April lalu, dua orang tewas akibat bentrokan suporter dengan polisi di luar Stadion Monumental, Santiago, sebelum pertandingan Copa Libertadores antara Colo Colo (Chili) melawan Fortaleza (Brasil).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.