UEFA Gelar Spanduk Desak Israel Setop Kekerasan di Gaza

AKURAT.CO Ada sebuah hal unik yang cukup menjadi sorotan saat pertandingan Paris Saint-Germain (PSG) vs Tottenham di UEFA Super Cup 2025. Sebelum pertandingan dimulai, ada sebuah spanduk besar bertuliskan “STOP KILLING CHILDREN. STOP KILLING CIVILIANS.” Tulisan tersebut dibuat berwarna biru pada sebuah spanduk panjang berwarna putih.
Tak hanya itu, Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin juga mengundang dua anak dari Palestina untuk memberikan medali. Rupanya, hal tersebut merupakan bentuk desakan dari UEFA kepada Israel untuk memberhentikan segala bentuk kekerasan di Gaza.
Baca Juga: Profesor Australia Kritik Negara Arab-Islam: Terlalu Banyak Bicara, Minim Tindakan untuk Gaza
Lantas, apa alasan UEFA tiba-tiba melakukan hal tersebut? Simak informasinya berikut ini!
UEFA Menjadi Sorotan
Hal tersebut bermula ketika Mohamed Salah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya legenda sepak bola Palestina, Suleiman Al-Obeid. Sang legenda dikabarkan tewas akibat serangan pasukan Israel saat sedang mengantri bantuan yang datang ke Gaza.
Melihat hal tersebut, badan sepak bola Eropa, UEFA juga turut menyampaikan duka cita. Namun, UEFA tidak menyinggung penyebab kematian sang legenda. Hal tersebut kemudian membuat Salah membuat cuitan tentang UEFA.
Salah mendesak UEFA untuk mengungkapkan penyebab tewasnya Suleiman Al-Obeid lewat cuitan di akun pribadinya.
Baca Juga: Hasil Portugal vs Denmark: Berhasil Comeback, Selecao ke Semifinal UEFA Nations League
UEFA Merespons Desakan Salah
UEFA merespons baik desakan Mohamed Salah. Oleh karena itu, jelang laga UEFA Super Cup antara PSG vs Tottenham, ada sebuah spanduk yang bertuliskan “Hentikan pembunuhan terhadap anak-anak. Hentikan pembunuhan terhadap warga sipil.”
Tak hanya sampai disitu, UEFA juga mengundang dua anak pengungsi Palestina untuk menyerahkan medali bersama Presiden UEFA.
Gestur yang dilakukan UEFA sontak saja menjadi perhatian khalayak luas. Banyak yang menilai positif apa yang telah dilakukan oleh UEFA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









